Senin, 24 Januari 2022

5 Keuntungan Pemula Berada di WAG Ngeblog dari Nol

WAG Ngeblog dari Nol

Ngeblog dari Nol adalah judul buku yang isinya adalah paket lengkap untuk blogger pemula. Ada 77 ide anti mati gaya yang bisa langsung dipraktikkan. Kalau untuk review buku Ngeblog dari Nol beberapa teman sudah mengulas. Ini cerita versiku tentang WAG Ngeblog dari Nol.

Sebagai pemula sudah seharusnya jika kita mempelajari seluk beluk tentang blog. Supaya pengetahuan kita bertambah sehingga memahami bagaimana harus berjuang menjadi seorang narablog. Banyak yang bilang bahwa buku Ngeblog dari Nol menjawab banyak pertanyaan blogger pemula.

Baca juga: 

Awal mula ngeblog tahun 2018, rasanya seperti sendirian tidak ada yang menuntun. Banyak rasa ingin tahu, tetapi bingung bagaimana mengungkapkan. Meskipun jika ditanyakan ke Google semuanya bisa ditemukan. Masalahnya aku juga blank mau menanyakan apa sama mesin pencarian Google.

Kenalan dengan WAG Ngeblog dari Nol

Whatsapp grup ini merupakan anak asuhnya Komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis( IIDN), ada Mbak Widyanti Yulandari ketua umum IIDN, Mbak Alfa Kurnia, dan Mbak Nunu Amir. Mereka bertiga adalah penulis buku tersebut. Lahirnya grup ini bersama lahirnya buku Ngeblog dari Nol.

Setelah acara rilis buku dan workshop benefit dari pembelian buku selesai, ternyata grup ini tidak lantas dibubarkan. Grup ini diteruskan untuk menjadi support sistem bagi para pemula yang tergabung dalam grup ini. 

Setelah grup belajar selesai kemudian dibentuk perangkat grup, yang nantinya bertugas menyemarakkan grup agar para pemula bisa belajar lebih banyak di sini.

5 Keuntungan Pemula Berada di WAG Ngeblog dari Nol

Sebagai seorang pemula tentu sering kali merasa tak layak, apalagi jika bersanding dengan blogger kawakan yang sering menang lomba dan memiliki pengunjung blog yang tinggi. Perasaan tak layak itu ternyata menghambat perkembangan diri sendiri.

Seharusnya sebagai pemula kita bisa menerima bahwa masih layak kok tulisan kita untuk ukuran pemula. Setelah memiliki perasaan seperti itu, kita harus punya semangat untuk mencoba menerbitkan tulisan.

1. Memberi Suntikan Semangat

Bagi blogger pemula, ada banyak hal yang membuat malas. Salah satunya adalah merasa belum kompeten untuk menulis. Namun, ketika kita berada dalam lingkungan yang positif maka akan tertular energi positifnya. 

Motivasi akan tumbuh setelah kita melihat manfaat yang bisa diperoleh dari teman-teman yang lain. Teman-teman yang lebih dulu memulai, mereka bisa menghasilkan cuan dari blog. 

2. Mendapatkan Ilmu Mengenai Blogging

Belajar Ilmu Blogging

Mbak Widya terkadang membuka obrolan di grup dengan menanyakan kendala yang dihadapi. Seperti dua hari lalu, beliau akan memilih pertanyaan terbaik untuk dijawab di hari yang dijanjikan. 

Tentu akan lebih baik ya, ketika belajar memiliki mentor handal seperti beliau.  Beliau juga tidak pelit dalam memberikan tips serta ilmu. 

3. Memiliki Teman Baru Sesama Pemula

Meski pemula teman-teman di grup ini tulisannya bagus-bagus. Seolah memiliki pasukan yang bisa diajak sama-sama berproses. Terkadang memiliki teman dengan kondisi  sama-sama sedang belajar membuatku merasa tidak sendirian.

Ada banyak teman yang ternyata berjuang sungguh-sungguh. Hal ini membuatku tidak meremehkan proses, menghargai setiap ketidaktahuanku, dan bersyukur ketika mendapatkan jawaban atas kegundahanku.

4. Ada Agenda Blogwalking

Blogwalking bagiku yang masih baru memulai—dan tidak rajin posting tulisan—merupakan cara asyik mendapatkan pengunjung blog. Selain itu menjadi cara ampuh juga untuk semangat memperkaya literasiku dengan membaca.

Mengunjungi lima belas link tentu saja memberi banyak wawasan. Selain ilmu yang diperoleh dari blog yang dibaca. Aku juga mempelajari bagaimana mereka membuat artikelnya menarik. Mengamati desain grafis yang menjadi penunjang.

Pelan-pelan belajar kemudian menerapkan ilmu itu pada blog milikku. 

Karya teman-teman di sini berbobot sekali, sebab memang sudah dibekali 77 ide anti mati gaya. Bersyukur bisa menjadi bagian teman-teman yang powerfull dalam berproses.

5. Mendapatkan Informasi Event IIDN Lebih Awal

Seperti yang kita tahu IIDN sering mengadakan pelatihan yang berhubungan dengan blog. Bisa workshop penulisan, pembuatan infografis dan beberapa tema ngeblog lainnya.

Selain itu IIDN juga sering menjadi penyelenggara lomba blog. Info mengenai lomba blog juga cepat diperoleh.

Setidaknya jika info-info tersebut hal yang sedang kita tunggu-tunggu, kesempatan mendapatkan slot lebih besar.

Hal Istimewa Mengenai WAG Ngeblog dari Nol

Menurut pendapatku, grup ini menarik, pada kolom deskripsi terdapat beberapa link yang berisi banyak hal tentang ngeblog. Meski baru bergabung ada beberapa info penting yang bisa kita akses.

Jika suatu saat aku lupa, bisa langsung dilihat lagi step-step yang harus kukerjakan. Pengaturan yang ribet itu rasanya menjadi lebih simpel karena aku tidak perlu browsing yang tentunya memakan waktu. Ditambah jika keyword yang kita masukkan keliru maka akan bertambah lama. 

Harapanku untuk WAG Ngeblog dari Nol

Selain agenda blogwalking yang sudah berjalan, aku berharap ada agenda info terkait blog sekali dalam sebulan. Misalkan mempelajari tentang PUEBI pada minggu tertentu. Seru juga kalau ada challenge membuat kalimat sesuai bahasan PUEBI. 

Sehingga ada output-nya, soalnya tanpa challenge emak-emak antara malu dan malas mencoba. 

Bukan hanya PUEBI sih, bisa juga membahas tentang SEO, kalau ini aku ingin belajar tetapi merasa seram. Baru ditulis, tangan sudah mengeluarkan keringat panik. Hehe ....

Kelas Blog IIDN terbaru

Nah, ini dia yang tak bisa dilewatkan. Keuntungan bagi peserta WAG Ngeblog dari Nol seperti yang kusampaikan tadi. Kesempatan mendapatkan kursi kelas lebih besar. Pasalnya info ini langsung masuk ke WAG tanpa perlu buka akun sosmed mencar-cari info.

Soalnya info seperti ini kadang keselip dengan layangan putus milik Kinan dan Mas Aris.
Kelas Blog IIDN Januari 2022

Aku memiliki dua hasrat yang terpendam. Semoga nanti pas ikutan kelas ini, bisa menguatkan salah satu hasrat atau keduanya. Tadinya mau nulis tanpa goals saja sih, biar tenang hidupku tidak dikejar target.

Lalu apa kabarnya blog? Bisa bersawang dan menjadi pemula yang abadi. Harus ada goals supaya semangat riset dan lain sebagainya.

Kebetulan aku belum membuat goals untuk tahun 2022. Mari teman-teman pemula, kita sambangi majelis ilmu ini bersamaku. 

Continue reading 5 Keuntungan Pemula Berada di WAG Ngeblog dari Nol

Senin, 17 Januari 2022

Intip Keseruan Pemberdayaan Anak Muda. Inovasi Game Board Prototype Program Terbaru CREATONME

"Menurutku menukar kata belajar dengan kata bermain sepertinya merupakan cara jitu untuk membuat anak-anak tetap semangat. Pembelajaran dengan model game-based learning mampu mengubah paradigma pendidikan yang semula teacher center menjadi student center. " Seperti yang dilakukan CREATONME, inovasi game board prototype sebagai sarana pendidikan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan anak muda.

Inovasi Game Board Prototype Program Terbaru CREATONME
Anak-anakku tumbuh menjadi seorang pemain garis keras, mereka berdua akan menjadi sedih ketika mendengar kata belajar. Teringat ketika si sulung selalu merajuk ketika waktunya belajar tiba. Bukan sekali dua kali, tetapi hampir setiap hari ia kehilangan semangat.

Begitupun sebagai seorang ibu aku tidak peka pada kebosanan anakku itu. Aku justru diam-diam menyematkan label pemalas pada anakku, alih-alih mencari tahu penyebabnya. Membuat proses belajar menjadi sesuatu yang menyulut emosi pada pihakku, kemudian drama mini seri diperankan apik oleh sulungku.

Seharusnya aku memahami bahwa pandemi yang berlarut, dengan selalu #dirumahsaja memunculkan bosan. Aku harus mengubah metode pembelajaran menjadi sebuah petualangan seru, seperti berkelana mencari harta karun berupa ilmu.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Komang Redy Winatha dan I Made Dedy Setiawan tentang 'Pengaruh Game-Based Learning Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar' terbukti berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar.

Pengaruh Game-Based Learning

Hasil yang signifikan ini membuat game-based learning layak disarankan untuk model pembelajaran.  Guru atau Dosen harus memainkan peran sebagai fasilitas, selalu membimbing pada waktu dan situasi yang tepat.

Ternyata Ecofun Indonesia, telah menyadari akan hal ini. Mereka membuat sebuah program ekonomi kreatif yang menyasar generasi muda, yang diberi nama CREATONME (Creatif Economi Education Through Game-Based Learning) Lets Play and Make an Impact! 

"Sambil bermain board game, peserta diminta untuk berpikir kreatif menciptakan board game mereka sendiri. Sambil bermain mereka mempelajari sejarah board game, dan manfaatnya. Kemudian mereka membuat game yang juga mendukung pendidikan model game-based learning. "

 Inovasi Game Board Prototype Program Terbaru CREATONME

Ada sekitar 24 anak muda yang berhasil digembleng dalam program batch #1 kemarin. Mereka belajar membuat game prototype yang dilakukan secara hybrite dan juga training of trainer (ToT). 

"Young people wordwide fear a lack of economic opportunities." –Global Youth Wellbeing Index–

Menghadapi tantangan pekerjaan pada  tahun 2025 tentu membuat banyak generasi muda merasa takut. Ketakutan itu berlandaskan skill yang harus mereka siapkan untuk mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan World Economic Forum ada 10 Top Skill yang dibutuhkan oleh para pekerja yaitu:

  1. Analytical Thinking and Inovation
  2. Active Learning and Learning Strategies
  3. Complex Problem Solving
  4. Critical Thinking Analysis
  5. Creativity, Originality, dan Initiative
  6. Leadership, Social Influence
  7. Technology Use,  Monitoring & Control
  8. Technology Design & Programming
  9. Recilience, Stres Tolerance, and Flexibility
  10. Reasoning, Problem Solving and Ideation
Untuk itu Ecofun Indonesia bekerja sama dengan Asean Foundation dan Maybank Foundation menyiapkan generasi muda pelajar SMA dan Mahasiswa membentuk skill mereka dengan workshop selama delapan hari.

Apa itu CREATONME?

Awal mendengar kata CREATONME, bayanganku adalah sesuatu yang berkaitan dengan kreativitas yang bisa dilakukan oleh diri sendiri, semacam Do It Yourself (DIY). Ternyata bukan itu, tetapi masih ada benarnya tebakkanku terkait dengan kreativitas. 

CREATONME adalah sebuah program edukasi ekonomi kreatif, yang terdiri dari rancangan training of trainer, workshop simulasi game selama delapan hari, dan webinar skala ASEAN.

Program ini memiliki misi untuk memberikan seperangkat skill terkait gamifikasi dan game design sekaligus berpikir kreatif dan problem solving. Didesain khusus menyasar anak-anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap board game mulai SMA hingga kuliah. 

Anak-anak muda itu akan bermain board game dan belajar merancang board game.

Menarik sekali ya, menurut penuturan Ibu  Annisa Arsyad, selaku Direktur Ecofun Indonesia. Output kegiatan workshop gamifikasi, peserta mengalami peningkatan knowledge board game, dengan pre test dan post test yang diberikan. Peserta mengalami peningkatan juga terhadap tingkat kepercayaan dirinya.

Bagaimana CREATONME Menjalankan Programnya?

Program CREATONME, yang berasal dari Bogor dan berbagai negara ASEAN. Bukan pelatihan biasa tentunya, karena agendanya disertai bermain game.
CREATONME Activities

Sebelum agenda volunteer recruitment. Tim membuat modul pembelajaran, ada delapan materi penting yang ada dalam modul. Ada delapan materi yang disiapkan.
8 Materi Workshop CREATONME

Berikut ini adalah tahapan dalam program yang dilakukan. Ada beberapa trainer yang berasal dari Ecofun Indonesia, ada pula  volunteers trainer dari Empowering Youths Across ASEAN Programe.

Peserta ToT ada empat trainer lokal dan empat trainer dari ASEAN Foundation. Agenda ini dilaksanakan pada 23 Oktober 2021. 

Model pembelajaran dilakukan secara hybrite learning. Sebab ada mentor lokal dan mentor ASEAN, sehingga pembelajaran terkadang secara offline dan juga online.

Sebelum proses workshop dilaksanakan, tim melakukan training of trainers untuk mengembangkan modul serta hal-hal yang diperlukan dalam proses workshop.
EYAAP Volunters


Saat webinar kemarin wakil dari EYAAP, Cresensio Bacolod dari Filipina mengatakan bahwa proses workshop berjalan dengan baik, ada empat prototype game yang dihasilkan, dari keempatnya para volunteer mendapatkan banyak pelajaran tentang khasanah nusantara dari salah satu game.

Menurutku peserta CREATONME ini mendapatkan nilai tambah, ketika dimentori oleh eMpowering Youth. Skill mereka tak hanya game saja yang bertambah, tetapi kemampuan berkomunikasi dengan mentor berbeda culture juga bertambah.

Baik mentor maupun peserta akan memperoleh sertifikat internasional. WOW! Di samping itu mereka juga mendapatkan beberapa tunjangan yang dibutuhkan dalam pelatihan ini.

Dalam workshop, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka harus mengerjakan pre test,  memainkan board game, mendapatkan beberapa materi secara online dan offline.

Mereka juga diminta untuk menentukan ide pembuatan board game, membuat prototype game, mengerjakan soal post test. 

Ecofun Indonesia concern terhadap isu lingkungan hidup, kemanusiaan. Sehingga prototype yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang bagus dari segi pendidikan.

Semua prototype yang dihasilkan menurutku idenya sangat amazing

Board Game Prototype yang Dihasilkan

Ada empat prototype game yang dihasilkan, sesuai dengan jumlah kelompok. Game yang dikembangkan berupa calon aplikasi board game
Output CREATONME

1. WORKA

Peserta grup membuat prototype game dengan mengangkat isu profesi. Di mana dalam permainan ini pemain harus menyesuaikan job market sesuai dengan kebutuhan industri.

Tujuan pembuatan game ini, agar anak muda usia SMP dan SMA mulai mengenal jenis pekerjaan yang lebih menghasilkan. Sehingga membantu pertumbuhan ekonomi dengan baik. Jika setiap individu mampu menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan skill yang dimiliki.

2. IJIME

Ijime dalam bahasa jepang berarti perisakan atau bullying. Prototype ini mengambil tema mental health, di mana para pemain nantinya akan memahami dampak bully.

Belajar mengungkapkan bagaimana kesehatan mentalnya, serta tergerak untuk mencari solusi dalam menyelesaikan persoalan mental health yang dirasakannya.

3. Water Trip

Kelompok ini mengambil isu air bersih untuk kehidupan manusia. Berdasarkan data WHO 2017 tentang tidak meratanya air bersih, ada 785 juta orang tidak memiliki akses air bersih dan 485 juta kematian akibat diare tiap tahunnya.

Lingkup yang diambil adalah daerah ASEAN, sehingga pemain seolah diajak travelling ke berbagai negara ASEAN.

Pada permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, kelompok baik dan buruk. Kelompok baik akan berusaha membuat saluran air bersih, sedangkan kelompok buruk akan membuat air dengan pH yang sangat tinggi.

4. Nusantara Culture Hunt

Sebuah prototype game yang dibuat untuk melestarikan budaya. Bertujuan agar generasi muda lebih mengenal akan kebudayaan negaranya. Diharapkan dengan permainan ini mampu memupuk cinta nusantara serta memudahkan dalam belajar mengenal nusantara.

Selain itu sebagai upaya mengenalkan Indonesia dalam kancah ASEAN melalui sebuah permainan. 

Pada setiap permainan dilengkapi dengan kartu, seperti halnya saat kita bermain monopoli. 

Mengapa Board Game? 

Board game bisa menjadi jembatan interaksi dengan anak. Kemarin aku sempat bertanya saat webinar. Apakah game ini hanya bisa dimainkan secara online tidak ada aktivitas fisik seperti board game tradisonal yang sering dimainkan.

Menurutku akan sangat senang jika ada board game online tetapi bisa dimainkan bersama keluarga. Bukankah ini menjadi solusi yang baik, jika kita tidak membawa papan permainan tetapi ingin bermain bersama.

Ternyata game ini kelak akan dikembangkan sehingga bisa dimainkan dengan gabungan online dan offline. Setelah aku intip di Youtube Ecofun Indonesia, ternyata memang ada gabungan.

Saat uji coba game Nusantara Culture Hunt, ada pemain yang harus menyanyi karena tidak bisa menjawab quiz

Seperti beberapa macam board game yang dipresentasikan oleh Kak Galih Aristo (Creative Consultant dari Arcanum Hobbies). Permainan papan ini bisa dijadikan ajang untuk kopi darat bersama teman-teman komunitasnya.

Berawal dari hobi mengoleksi berbagai macam board game, kemudian terbentuk komunitas. Pada akhirnya muncul ekonomi kreatif sehingga komunitas Arcanum Hobbies mempunyai produk board game yang telah dipasarkan. 

Salah satu board game yang menarik perhatianku adalah pembuatan board game dalam rangka kampanye anti korupsi. Jadi game-based learning bagi anak-anak adalah mempelajari tentang dampak buruk korupsi, problem solving, kompetisi memberantas korupsi, pembelajaran ini diperoleh hanya dengan bermain. 

Begitu pula pemaparan yang disampaikan oleh Ibu Septi Peni Wulandari (Co-founder Board Game Land) mengenai gamifikasi dalam pendidikan, "gamifikasi your classroom," ungkapnya. 

Ibu Septi ini melampaui bayanganku mengenai board game yang kupikirkan. Ternyata pada setiap sisi kehidupan bisa kita ubah menjadi arena bermain. Board game yang diperlukan adalah seluruh area yang ada di alam raya ini.

Ibu Septi mengajak kita berpikir, mengapa anak-anak tidak suka belajar? Bagaimana jika belajar itu bermain? Mengapa tidak kita gamifikasikan kelas kita?

Menurutnya, untuk membuat board game yang diperlukan adalah memulai ide yang terlintas, memperbaikinya kemudian.

Maybank Foundation, ASEAN Foundation dan Kemenparekraf

Bapak Syaifullah SE., M.EC., PHD dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membahas mengenai "Goverment Role in Supporting Creative Economi for Youth" menyampaikan tentang industri 4,o menuntut adanya model bisnis baru dan berbagai aspek lain terkait.

Pemerintah memiliki program pendanaan untuk pengembangan ekonomi kreatif mulai dari perencanaan hingga market. Mengajak generasi muda agar mengembangkan skill dalam ekonomi kreatif.

Begitu pula dengan Dr Yang Mee Eng, Executive Director ASEAN Foundation yang telah berkolaborasi dalam CREATONME menyampaikan bahwa, ASEAN Foundation memiliki banyak program terkait volunteer dalam berbagai macam jenis ekonomi kreatif untuk generasi muda, serta bagaimana cara bergabung untuk mendapatkan berbagai macam manfaat.

CEO Maybank Foundation Bapak Khairudin Abdul Rahman sebagai bagian dari CREATONME hadir memberikan sambutan.

What's Next? 

Whats Next?

CREATONME BATCH 1 akan mencetak prototype game, game testing dan riset pasar. Mencari akses inkubasi bisnis/ mentoring/ pendanaan.

Semoga lekas selesai semua prosesnya, sehingga game bisa segera dinikmati bersama keluarga dan kerabat. Sebagai sarana pembelajaran yang menarik. Semoga kelak bisa mejeng dalam pentas board game di Essen SPEIL. 

CREATONME BATCH 2 akan menjadi agenda selanjutnya. Maka dari itu langkah berikutnya adalah menjaring anak-anak muda memiliki minat  tinggi terhadap ekonomi kreatif khususnya pengembangan skill game.

Tim CREATONME juga kembali sibuk mencari mitra, kolaborator, donor. Apakah Kamu mau ambil bagian dalam program batch 2 ini? Jika ya, siapkan dirimu menjadi bagian dari inovasi board game prototype ini. Kita pantengin sosial medianya untuk info pendaftaran, di IG: @creatonme sekian.  Activate your creative skill! 
Continue reading Intip Keseruan Pemberdayaan Anak Muda. Inovasi Game Board Prototype Program Terbaru CREATONME

Sabtu, 18 Desember 2021

, ,

Kampanye #KejuAsliCheck, Ibu Pintar Cek Label

"Hai Ibu, lagi sibuk siapkan camilan sehat dengan keju untuk keluarga ya? Kebetulan nih aku ada info menarik tentang kampanye #KejuAsliCheck dari KRAFT. Supaya Ibu bisa memilih keju terbaik untuk keluarga."

Kampanye #KejuAsliCheck

Kebetulan keju adalah makanan favorit anak-anak di rumah. Mereka selalu excited bila diajak berkreasi membuat camilan dengan keju sebagai bahan tambahan. Belum juga selesai proses pembuatan, mereka selalu mencuri-curi kesempatan untuk memakan langsung kejunya. Ada yang sama nggak ya kira-kira? 

Memilih keju asli menjadi keharusan, demi asupan gizi anak terpenuhi. Ibu tentu pernah mendengar atau membaca berita hoaks tentang keju yang beberapa waktu lalu sempat hangat diperbincangkan.

Katanya keju dengan tambahan bahan kimia sulit meleleh saat dipanaskan, sedangkan keju asli tanpa bahan kimia mudah meleleh.

Beruntungnya Kominfo memberitahukan faktanya, bahwa kabar itu tidak benar. Keju palsu atau asli bukan dengan itu cara pengecekannya.

Ada jenis keju yang sulit meleleh, dan juga mudah meleleh. Jika dikaitkan dengan penambahan bahan kimia, ternyata keju dengan bahan kimia akan mudah meleleh.

"Adanya garam chelating dan hal-hal seperti asam sitrat bisa membantu pemecahan protein, sehingga keju menjadi mudah meleleh. Makanya yuk Ibu, kita cari tahu cara cek keju cheddar asli yang benar."


Kampanye #KejuAsliCheck, Asli Membantu Ibu Penuhi Kalsium Anak

Kita patut bersyukur nih, sebagai konsumen pecinta keju, menjadi agak lega karena bisa memilih keju terbaik untuk keluarga.

Bagi seseorang yang sempat berkiprah dengan urusan registrasi produk ke BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), juga sertifikasi halal produk ke MUI (Majelis Ulama Indonesia). Aku tak lantas ingat dalam menerapkan cek keaslian produk, seperti yang ada pada kampanye #KejuAsliCheck ini. Baru ketika mendengar tentang info ini aku mulai aware lagi.

Menurut survey dari KRAFT terhadap konsumen, ada 50% responden yang merupakan para ibu mengatakan sering mengonsumsi keju (1-7 kali dalam seminggu). Banyak juga ya, keju dikonsumsi setiap minggunya.

Ada 61% tidak tahu jika produk keju cheddar di pasaran tidak semuanya berbahan utama keju cheddar. Untuk itu keju KRAFT yang merupakan salah satu brand unggulan dari Mondelez Indonesia berinisiatif mengajak para ibu Indonesia untuk lebih cerdas memilih keju cheddar dengan komposisi bahan yang tepat dan berkualitas dengan menghadirkan kampanye #KejuAsliCheck. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Keju KRAFT.

Selain itu 77% ibu mengaku terbiasa melihat label pangan. Akan tetapi lebih dari 48% tidak tahu cara membaca komposisi dengan benar. Tentu hal ini perlu sosialisasi yang intens agar informasi penting ini bisa sampai ke tengah-tengah keluarga.

Sama-sama merogoh kocek, mau dong memperoleh produk yang memiliki kualitas bagus untuk pertumbuhan anak-anak.


5 Jenis Keju Terpopuler

Keju merupakan produk olahan susu, maka dari itu produk keju ini biasa dipakai oleh Ibu untuk membantu pemenuhan kalsium pada anak.

Bagi ibu yang anaknya tidak suka meminum sususeperti Vanya anak sulungku, memberikan keju merupakan cara yang tepat agar kebutuhan akan kalsium harian anak tetap terpenuhi.
5 Keju Terpopuler







Keju yang bisa meleleh saat dipanaskan yaitu keju mozarella, ia memiliki tekstur yang lebih lembut karena memiliki kandungan air yang cukup banyak. Keju ini biasanya ditambahkan dengan keju parmesan atau keju cheddar untuk memperbaiki citarasanya yang cenderung hambar.

Bermacam jenis keju ini, biasanya diberi nama sesuai daerah pembuatannya. Keju juga dibedakan dari tekstur dan warna yang berbeda, mulai dari bentuk berpasir alias bubuk, pasta, dan juga padat. Ada juga keju yang penampakannya berlubang seperti keju dalam film animasi Tom and Jerry.

Jenis keju selain dibedakan dari bentuk, juga dari cara pengolahan, Ada yang menggunakan bakteri mesofilik (berkembang dalam suhu kamar, mati pada suhu tinggi), dan bakteri termofilik (hidup pada suhu tinggi di atas 55 oC). 

Keju cheddar ini awal mula dibuat di desa Cheddar, Somerset, Inggris. Kemudian menyebar ke banyak wilayah. Merupakan hasil olahan susu (sapi, kambing, domba) dengan perlakuan fermentasi oleh bakteri asam laktat, yang mengubah gula (karbohidrat) dalam susu menjadi asam laktat, yaitu Lactobacillus Lactis. Biasanya menggunakan enzim rennet sebagai pengental susu.

Bakteri Lactobacillus Casei dan Lactobacillus Plantarum sering ditambahkan untuk memperbaiki citarasa pada keju cheddar. Dengan adanya asam laktat maka keju menjadi awet karena sifat asam pada keju membuat jamur pembusuk tidak dapat tumbuh.

Sangat disayangkan, dahulu waktu pelajaran PHP (Pengolahan Hasil Pertanian) saat pengolahan susu aku mendapatkan praktik membuat SKM, dan ketika pelajaran mikrobiologi terapan aku praktik fermentasi dengan kapang dan khamir saja.

Cara Mengetahui Keju Cheddar Asli

Aku cerita sedikit ya tentang perjalananku dalam pendaftaran produk ke BPOM. Menurutku sangat ketat sih, sebagai contoh ketika produk yang didaftarkan adalah minuman rasa buah, jika dalam minuman itu mengandung sari buah maka diizinkan memberi label sari buah, jika tidak ada maka produsen hanya diizinkan mencantumkan label sebagai minuman berperisa.

Tidak hanya itu, produsen juga harus mencantumkan komposisi. Jika produk mengandung bahan alergen maka harus menyampaikan informasi tersebut pada label. 

Kebetulan aku juga pernah bekerja pada departemen R&D pharma. Apabila produk yang didaftarkan merupakan obat atau suplemen maka harus memiliki bahan aktif dalam produknya, produsen harus melampirkan hasil uji laboratorium terakreditasi yang membuktikan bahan aktif tersebut ada dalam pemeriksaan.

Sebagai jaminan kualitas yang stabil, BPOM meminta agar produsen menerapkan CPMB (Cara Pembuatan Makanan yang Baik) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) yang akan diaudit setiap enam bulan sekali. Tentu ini menjadi jaminan kualitas yang berkesinambungan sehingga membuat konsumen yakin.

Makanya Ibu Pintar harus tahu cara memilih produk yang baik. Sudah siap memilih keju terbaik? Yuk simak dua langkah mudah di bawah ini:

1. Pastikan Komposisi Utamanya Keju Cheddar

Kampanye #KejuAslicheck

Aku baru menyadari bahwa ada produk keju cheddar yang ada di pasaran, tidak menggunakan keju cheddar sebagai bahan utamanya. 

Kemarin aku datang ke mini market terdekat untuk mencari pembuktian akan kebenarannya. Biasanya aku titip dibelikan saudara yang kebetulan pergi, kalau ada suami ya biasanya meminta bantuan suami untuk membelikan sembari ia pulang kerja.

Dari beberapa keju yang ada ternyata ada yang komposisi pertama dan kedua adalah air dan tepung. Parahnya anak-anakku sudah pernah mengkonsumsinya, karena kupikir lebih hemat, meski harga tak jauh beda. Sempat agak sedih juga, karena tak cermat dalam memilih.
"Stop kompromi! buat si kecil harus keju asli."

"Hadirnya kampanye #kejuAsliCheck ini juga sesuai dengan peraturan BPOM, yaitu komposisi bahan pada label pangan diurutkan berdasarkan jumlah, dari jumlah kandungan yang tertinggi ke rendah.  Oleh karena itu komponen utama pada komposisi produk keju cheddar idealnya adalah keju cheddar. Bukan air atau bahan lain," tegas Ibu Dian.


2. Pastikan Terdapat Klaim Nutrisi pada Kemasan

Kampanye #KejuAsliCheck Kraft

Pada tabel klaim nutrisi terdapat macam dan jumlah nutrisi yang terkandung dalam produk. Di Indonesia, pencantuman label pada produk pangan olahan diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan, untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk yang dikemas, sebelum membeli atau mengonsumsi pangan.

Kita bisa memilih produk terbaik dari nutrisi dan jumlah kandungan dalam takaran saji yang berada pada tabel klaim nutrisi. Pastikan untuk menyempatkan cek label sebelum membeli ya, Bu!

Kenapa KRAFT  Cheddar Lebih Bernutrisi?

Keju KRAFT Cheddar tentunya telah memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kampanye #KejuAsliCheck. Di mana terbuat dari keju cheddar asli New Zealand pada urutan pertama. Baiknya lagi dilengkapi dengan :
  • Kandungan nutrisi calci-milk, 
  • Kaya akan kalsium, setara tiga gelas susu
  • Tinggi akan protein
  • Vitamin D
  • Gurihnya tanpa perisa tambahan


Penelitian dari National Library of Medicine menunjukkan bahwa produk olahan susu kaya akan kalsium, salah satunya keju cheddar terbukti dapat meningkatkan kepadatan tulang anak.

Mondeles Indonesia adalah bagian dari Mondeles International yang berkomitmen dalam menginspirasi masyarakat untuk dapat memiliki kebiasaan mengemil secara lebih bijak, melalui camilan yang tepat, di waktu yang tepat, serta mengonsumsi camilan yang dibuat dengan cara yang tepat pula.

Tentu rayuan maut agar anak-anak rela memilih camilan sehat harus terus dilancarkan secara komitmen, seperti yang dilakukan Mondeles Indonesia. Aku suka gemas, jika anak-anak membeli camilan yang sekadar enak namun rendah gizi, juga rentan membawa penyakit.

Kalau aku cara jitunya dengan melibatkan anak dalam pembuatan camilan sehat. Ini ampuh untuk membuat anak mau memakannya. Bagaimanapun juga mereka merasa bangga sebab bisa memasak camilan sendiri.

Membuat Kreasi Camilan Bersama Anak-anak dengan Keju Cheddar KRAFT

Beberapa hari sebelum membuat kreasi camilan ini. Vanya menyampaikan keinginannya sewaktu kami sedang melakukan video call dengan ayahnya yang berada di luar kota. Ia ingin agar aku mengajarinya memasak atau membuat camilan.

Bersorak gembira, ketika camilan yang akan dibuat memakai bahan tambahan berupa keju. Sepanjang proses pembuatan rayuan untuk memakan langsung kejunya dengan dalih icip-icip dilancarkan ia dan adiknya.

Resep pembuatan Bola Tahu isi Keju KRAFT

Sebagai bahan latihan kreativitas anak, untuk kesempatan kali ini, aku mencoba agar Vanya dan Aida memasak dengan direkam. Ini untuk memfasilitasi kegemaran mereka nge-vlog. Ini adalah vlog pertama dengan konsep dariku, dengan satu kali take. Bahan dan cara pembuatan bisa dilihat dalam video juga. 
 
1. Bahan yang dibutuhkan:
  • Keju KRAFT Cheddar
  • Tahu dihaluskan
  • Telur
  • Udang cincang
  • Daun bawang & seledri, iris kecil-kecil
  • Wortel, iris dadu kecil-kecil
  • Tepung bumbu yang dicairkan
  • Tepung Roti
  • Minyak untuk menggoreng

2. Bumbu yang dihaluskan:
  • Garam
  • Merica/lada
  • Bawang putih
  • Gula pasir

3. Cara Pembuatan:
  • Campurkan tahu, daun bawang, seledri, wortel, telur, dan bumbu halus secara merata. 
  • Bentuk bulat adonan, dengan keju dadu di tengahnya. 
  • Masukkan pada tepung bumbu yang sudah dicairkan. 
  • Gulingkan di atas tepung roti, lakukan hingga adonan habis. 
  • Goreng dengan api sedang, agar matang sempurna.
  • Angkat jika sudah kecokelatan
  • Sajikan, bisa ditambah cocolan kecap  atau saus. 
    Resep Bola Tahu Isi Keju KRAFT


Vanya dan Aida menikmati sekali proses pembuatannya. Begitu pula setelah matang, mereka mengatakan bahwa camilan ini sangat enak. Udang cincang selain menyumbang protein juga membuat makanan menjadi lezat tanpa perlu penyedap rasa. 

Jika mengalami alergi udang, bisa diganti dengan parutan keju cheddarnya ditambahkan pada adonan. Yuk ajak anak buat kreasi camilan bernutrisi dengan Keju Kraft Cheddar, Ibu! 

Manfaat Berkreasi Camilan Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Melibatkan anak dalam memasak sebenarnya memperlama proses memasak itu sendiri, bahkan area kotor bisa lebih banyak dibanding kalau kita memasak sendiri. Namun, tahapan proses memasak ternyata memiliki banyak manfaat terhadap motorik anak.

Kegiatan ini sering kali disebut dengan practical life skill. Tentu akan menjadi agenda seru bersama anak-anak jika Ibu mengingat manfaat kegiatan ini untuk buah hati. Yuk kita simak beberapa manfaat yang kita peroleh dari akivitas di atas, sebagai berikut:
  1. Menguatkan otot tangan, pre skill writing, biar anak tidak gampang capek waktu menulis.
  2. Melatih koordinasi mata dan tangan agar lebih fokus. 
  3. Mengetahui proses memasak.
  4. Mengetahui tekstur, bentuk, aroma dan warna dari masing-masing bahan yang digunakan
  5. Mengetahui nutrisi masing-masing bahan, sehingga anak tidak jajan sembarangan. 
  6. Melatih kesabaran, anak bisa tahu kalau memasak membutuhkan waktu yang lama, sehingga ketika meminta dimasakkan paham harus menunggu.
  7. Melatih kemandirian, anak-anak yang mampu melakukan banyak hal akan lebih mudah mandiri
  8. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak, jika terampil dalam banyak hal
  9. Menciptakan kedekatan antara Ibu dan anak dalam waktu yang lama. 
Bagian mana nih manfaat yang Ibu sukai, yuk masak bareng anak. Ada banyak resep di Kampanye #KejuAsliCHECK Khusus Resep dari KRAFT untuk kita kreasikan. 

Apresiasi dan Dukungan terhadap Kampanye #KejuAsliCheck dari Badan POM

Kampanye #KejuAsliCheck dari KRAFT ini mendapat apresiasi dan dukungan dari BPOM. Dra Indriemayantie Asri Gani,Apt selaku Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Konsumen Badan POM menyatakan bahwa, Badan POM sangat mengapresiasi kepada setiap pelaku usaha ataupun kepada masyarakat yang secara suka rela melakukan inisiatif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pangan olahan termasuk khususnya untuk mengecek label pangan.

Pesan beliau saat menghadiri Virtual Press Conference Peluncuran kampanye #kejuaslicheck 3 Desember silam, "Jadilah konsumen yang cerdas dengan tidak lupa checklist:

√ Cek kemasan √ Cek label √ Cek izin edar √ Cek kadaluarsa.""

Jangan lupa juga untuk cek logo halal pada kemasan ya, bagi konsumen muslim. 


Tips Menjaga Nutrisi Buah Hati oleh Dr. Rita Ramayulis DCN M.Kes


Nutrisi sendiri tentunya memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses tumbuh kembang buah hati. Terlebih pada masa pandemi, imunitas anak belum berkembang sempurna, ditambah kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kekebalan tubuh anak menjadi tidak optimal, dikhawatirkan rentan terhadap infeksi virus. 

Sehingga perlu dijaga dengan mencukupi asupan zat gizinya, terutama protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel imunitas, serta mikronutrien untuk antioksidan yang melindungi sel-sel imunitas mereka. 

Berikut ini tiga cara menjaga nutrisi buah hati, meliputi:

√ Sesuai Waktu

Anak memiliki lambung dengan ukuran lebih kecil sehingga tidak bisa menerima makanan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pemenuhan protein dan zat gizi mikronutrien harus diberikan di semua waktu makan mereka, yaitu pagi, siang, malam dan selingan pagi, sore, dan malam. 

Kreativitas Ibu tentunya dibutuhkan guna menghadirkan berbagai variasi menu yang disukai anak di setiap waktu. Untuk itu keju cheddar KRAFT hadir dengan rasa lezat dan gurih keju yang khas, serta tanpa perisa tambahan yang membuat semua sajian menjadi istimewa. 

√ Sesuai Jumlah

Pemilihan makanan bagi buah hati pun diupayakan harus yang padat gizi. Sehingga volume makan tidak besar, makanan dengan ukuran lebih kecil tentu akan lebih mudah dikonsumsi untuk anak. 

Terkait hal ini, salah satunya bisa disiasati dengan mengombinasikan keju cheddar KRAFT pada menu makan anak, yang sudah terbukti mempunyai kandungan yang dapat memenuhi 30% kebutuhan kalsium harian, sumber vitamin D dan protein. 

√ Sesuai Jenis

Upayakan jenis makanan yang dipilih merupakan makanan yang padat gizi.

Salah satunya bisa menggunakan keju cheddar KRAFT, yang mudah dijadikan campuran untuk berbagai olahan sajian bernutrisi, karena berbahan utama Keju Asli New Zealand, dan dilengkapi nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, serta sumber protein dan vitamin D. 

Demikian penjelasan mengenai kampanye #KejuAsliCheck, tutorial buat Ibu untuk memperoleh nilai gizi terbaik. Semoga membantu Ibu dalam menentukan pilihan keju cheddar yang paling baik nutrisinya untuk keluarga. Jangan lupa cek labelnya ya, Ibu!
Continue reading Kampanye #KejuAsliCheck, Ibu Pintar Cek Label

Rabu, 08 Desember 2021

,

Kelas Blogger BRT Network, Terlalu Nganu untuk Dilupakan

Kelas Blogger BRT Network

"Tidak ada japri Admin dan Coach. Semua diskusi dilakukan di grup. Kejujuran dan amanah penting. Ketahuan kick!" Ruang kelas blogger BRT Network.

Sebuah sambutan yang kelewat ramah kudapatkan ketika pertama kali menjejak di sebuah grup berisi sembilan puluhan orang.

Belum lagi pertama chat yang kubaca, "bagi yang tidak isi list di atas artinya nggak niat ikut kelas ya, akan dikeluarkan dari grup." Detik pertama bergabung dalam tiga menit menjelang grup di-revoke, aura genting tercipta.

"Kaget? tentu kaget.

"Panik? Nggak lah, justru kelas seperti ini cocok untukku. Seperti mengulang masa-masa ketika hendak menjadi bantara waktu pramuka dahulu. Menguji seberapa teguhnya niat, dengan begini akan melahirkan kegigihan dan juga fokus terhadap kelas."

Hal ini memberi sedikit gambaran bahwa kelas ini bukan ajang main-main, meski gratis kita tidak bisa menganggapnya remeh. Ada hal istimewa dari para Coach yang membuat pemelajar (murid) akan bersungguh-sungguh mengerjakan tugas. Aroma leadership yang matang semerbak di sini.

Kelas Blogger BRT Network

Aku ini termasuk pemula dalam ranah blogger, banyak hal yang belum kuketahui mengenai seluk-beluk blog. Aku ingin sekali belajar SEO sejak tahun 2020, tetapi aku nggak tahu di mana bisa menemukan kelas yang kumaksud.

Pernah suatu ketika aku ikut kelas blog berbayar, kupikir akan belajar SEO, soalnya ada di flyer-nya keterangan tentang SEO. Ternyata zonk, hanya belajar pembuatan blog hingga posting blogpost.

 
Beruntung kali ini ada Mbak Dyah yang memberitahuku tentang kelas blogger BRT ini. Tanpa banyak tanya aku mengiyakan saja, sudah sangat penasaran dengan pembelajaran SEO ini.

Kelas ini benar-benar belajar tentang SEO saja. Aku sepertinya bukan cuma menyiapkan gelas kosong tetapi tangki kosong biar ilmunya nggak mluber.

Menurut Kak Novia Andriani yang ternyata ini adalah kelas kedua baginya, tetapi saat pertama ia memilih mundur.

Kelas BRT ini membuatnya lebih semangat untuk ngeblog karena aturan kelasnya tegas dan para coach membantu dengan detail, teman-teman yang sudah paham juga mau saling membantu, imbuhnya.

Kak Novia merasa deg-degan sebab blog yang didaftarkan tidak bisa diakses. Tentu tantangan yang dihadapi Kak Novia dalam kelas kali ini lebih menguras emosi iya 'kan? Ia bercerita tentang  Kelas Blogger BRT Network Mbak Novia kali ini.

Materinya Sangat Nganu, Makin Gagal Makin Penasaran

Selama ini aku belajar ngoprek blog dari membaca, membaca keluhan teman lain di grup blogwalking, yang mengusik kekepoanku. Sehingga aku menghabiskan berjam-jam searching internet, menggunakan keyword tersebut. Aku berhasil memasang sitemap, GSC, GA, Alexa dengan meramban.

Pertama yang dikerjakan adalah melakukan pengecekan apakah blog milikku sudah redirect HTTPS dengan melakukan cek URL di website ssllabs.com, alhamdulillah hasilnya server ready, dengan grade B.

Bagi yang belum, ada materi yang harus dikerjakan. Kejutan selanjutnya adalah pengecekan meta SEO. Ini adalah bagian yang menguras energi.

Memecahkan kode yang disamarkan oleh pihak pembuat themes premiumku. Aku beberapa kali melihat tampilan common serta opengraph milik Mbak Monica Anggen yang terlihat rapi sebagai panutanku dalam merapikan meta SEO milikku.
Kelas Blogger BRT Network


Benar-benar memutar otak, saat kukeluhkan bahwa semua kode yang Coach arahkan untuk kuubah tak kutemukan satu pun. Malam itu aku terpaksa tidur meski belum selesai, sebelum bau gosong tercium sebab rambutku terpanggang oleh panasnya tempurung kepalaku.

"Sebenarnya hari itu aku memang sedang sakit, badanku demam, kepalaku pusing. Tenggorokanku seperti menyempit, beberapa kali aku hendak muntah karena hidungku mampet dan tenggorokanku seperti kehilangan akses untuk mengambil udara dari mulut. Aku mengunyah bawang putih dan meminum air garam hangat. Ketika sakit biasanya aku akan mudah mengantuk tetapi ini tidak, kode-kode html seolah mengganjal syaraf kantukku."

Waktu terus bergulir menuju tahap eliminasi pertama, aku masih belum menemukan cara yang pas. Jawaban dari pembuat templat milikku juga kurang membantuku, ia menyampaikan kalau tidak bisa membantu jika untuk modifikasi templat. Fix, ini mesti memutar otak!

Paginya aku melupakan tentang PR dari grup ini, aku hanya mengingat deadline untuk tereliminasi saja. Aku berkutat dengan kehidupan Emak dengan dua anak yang kebetulan belajar di rumah.

Sambil sesekali berbisik, "Ya Allah, terima kasih sudah menciptakan perjodohan antara aku dengan kelas BRT ini, mudahkan ya Rabb."

image

Berbekal keyakinan memiliki backup template, aku mulai bergerilya. Aku menghapus semua kode mulai bagian common hingga mobile. Menggantinya dengan kode yang ada pada view source, sebab meski aku menyusuri mesin telusur aku tak bisa menemukan petunjuk kode.

Meski aku menggunakan keyword 'cara mengetahui kode html yang disembunyikan oleh pembuat tema'. Hanya kode head dan body saja yang diberitahukan dalam beberapa situs yang kubaca.

Alhamdulillah berhasil, meski pada awalnya aku tak sengaja menghapus bagian deskripsi. Ceklis yang telah kububuhkan bertengger, sebab aku benar-benar telah menyelesaikan tugas kedua sebelum waktu habis. Entah ada berapa banyak yang berguguran pada tahap pertama ini.

Bisa dibayangkan dong ya bagaimana sibuknya chatting-an grup ini. Banyak sekali permasalahan yang berbeda, informasi penting akan cepat berlalu jika tidak segera dicatat.

Antara wordpress dan blogspot saling berpacu. Kasusnya berbeda-beda, aku hanya bisa membayangkan plug in itu seperti apa, apakah serunyam kode html. Berseliweran juga info tentang CSS, membuat otak semakin memanas.

Pada tugas ini aku bisa menarik kesimpulan, bahwa adanya Coach sangat membantu. Mereka sungguh-sungguh hadir mengarahkan.

Bagiku mereka memberi pasokan keberanian untuk mencoba. Memberi jaminan tak perlu takut salah, jangan dipikir aku mulus-mulus saja dalam mencoba hapus kode, beberapa kali ada warning jika perubahan tidak bisa disimpan.

Tinggal kuulang lagi hingga bisa disimpan, periksa benar dan tidaknya, kemudian lapor. Apa jadinya jika tak ada Coach yang mengarahkan. Jawabannya, tentu tak ada keberanian untuk memulai.
"Mumpung ada yang bisa ditanya, gaaaasss!"

 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Edit HTML

Tentu pemula sepertiku tidak lantas bisa membaca maksud dari kode-kode tersebut, ternyata ada beberapa hal yang harus kucatat dalam bukuku.

1. Cadangkan dahulu templat kesayanganmu sebelum diedit.
Kelas Gratis BRT Network

2. Klik EDIT HTML untuk Memulai

Sebelum aku menghapus atau mengganti dengan kode yang baru, aku menyalin kode tersebut dalam satu file word. Hal ini memudahkanku ketika perubahan yang kulakukan ternyata keliru. Aku bisa dengan mudah mengulanginya, tanpa harus merasa cemas berlebihan.Kelas Gratis BRT Network

3. Mulai Mencari Kode yang Dituju

Sesuai arahan dari coach untuk mengatasi problem dalam blog, kita diminta untuk mencari kode yang nantinya harus diganti atau dihapus. Agar lebih mudah klik krusor pada baris html, lalu klik CTRL+F secara bersamaan. Masukkan kode pda kolom yang tersedia, kemudian tekan enter.

Kelas Blogger BRT Network

4. Salin Kode yang Akan Kamu HapusBelajar bareng BRT network

Kesan Tentang Kelas BRT Network

Sejauh ini aku merasa klik sih dengan kelas ini. materinya cepat, sesuai dengan tipeku yang mudah bosan. Jika kelasnya lambat maka aku akan kehilangan ghiroh untuk belajar.

Pernah beberapa waktu lalu aku mengikuti kelas layout buku, waktu itu pakai adobe in design, berbayar nih. Aku kehilangan mood di awal kelas, gara-gara materi yang diberikan jedanya terlalu lama.

Jadi ketika aku mulai praktik, maunya semua materi sudah ada. Meski nanti trial and error, tetapi kalau aku berhasil, aku lebih senang melangkah pada step selanjutnya bukan menunggu materi. Gara-gara itu, sampai sekarang materi itu nangkring saja nggak kusentuh sama sekali.


Nah, kalau di kelas ini menyenangkan, sebab ketika sudah selesai, aku nggak menunggu materi dengan jeda yang lama. Materi terus mberudul dari masing-masing coach. Ada Mas PeWe, Mas Priyo, Mas Zen, Mbak Marita, Mbak Ge, dan Mbak Monica.

Mereka seolah tahu banget dengan model belajarku. Maksudnya mereka tahu, bagi yang sudah beres maka diajak melakukan praktik ilmu lainnya.

Ada lagi yang keren dengan sistem belajar ini. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan tugas kamiyang katanya sudah kelar duluan itubelum kelar ternyata.

Kami harus membantu teman sekelompok dalam menyelesaikan PR kode-kodean itu. Artinya aku nggak nganggur 'kan? Dengan begini ilmu yang sempat berhasil itu diuji langsung. Makin mantap, insyaAllah.

Aku bertanya pada teman sekelompokku, namanya Mbak Bening Pertiwi, bagaimana kelas blogger ini menurutnya.

"Rasanya nano-nano, bikin pusing dan meriang. Pas baru masuk, liat chat + penjelasan udah ratusan, ngeri sendiri. Soalnya saya belajarnya lambat, belum seterampil yang lain. Tapi kalo berhasil utak-atiknya, seneng juga." Mbak Bening menjawab dengan ekspresi beragam.

"Tugas yang paling bikin dag-dig-dug yang mana nih?" tanyaku lagi.

"Yang mana ya? baru dua tugas ya. Kayaknya tugas dua deh, soalnya harus bongkar-bongkar html. Selama ini saya takut kalau harus otak-atik ini, takut salah dan ngerusak blog."

Bener banget, itu juga yang kurasakan selama ini. Takut keliru, soalnya nggak punya ilmunya. Menurutku kelas ini benar-benar keren. Emak-emak sepertiku yang buta ilmu html bisa ikutan bergabung. Kisah lengkap Mbak Bening dalam Kelas Blogger BRT Network Mbak Bening

Alhamdulillah belum kena eliminasi, harapannya sih bisa ikut semua materi. Semoga kawan-kawan nanti bisa terus saling bantu seperti ini ya.

Terima kasih Coach, kemarin ditanya, coach mana yang paling mengesankan. Coach Zen-lah secara blog-ku platform blogspot. Terima kasih ya Coach sudah menjawab semua pertanyaanku. Ayo ajari aku bikin TOC yang kemarin dari Mbak Marita gagal kupasang.

Kamu punya pengalaman yang bikin mual kayak ceritaku ini nggak? Yuk ceritain di kolom komentar, kita release penat sama-sama. Kalau mau tahu tentang SEO, baiknya next time ikutan kelas blogger BRT Network saja, jangan tanya saya, masih cetek ilmunya.
Continue reading Kelas Blogger BRT Network, Terlalu Nganu untuk Dilupakan

Selasa, 30 November 2021

Blogwalking Asik Sarangnya Juara Blogger

Sarangnya Juara Blogger

Tagline
'Blogwalking Asik Sarangnya Juara Blogger' merupakan kata yang tepat deh menurutku. Hampir setiap pekan pasti ada juara blogger yang mendapat ucapan selamat di grup Blogwalking Asik (BWA) ini. Beberapa hari kemarin ada sekitar enam peserta blog dari dua macam kontes blog mereka menang. Betapa beruntungnya aku tergabung dengan para suhu blog.

Sarangnya Juara Blogger

Kalau kamu ada di sarang macan bagaimana perasaanmu? Serem takut gitu kan? Tak ubahnya dengan berada di sarang juara blogger ini. Aku pun mengalami rasa takut, ketakutanku lebih mengarah pada rasa minder. Sungguh aku harus bismillah berulang kali kalau sesekali berhasil membuat blogpost baru, kemudian meletakkan link milikku untuk disertakan dalam blogwalking ini.

Sebelumnya aku ingin bercerita tentang bagaimana bisa aku berada dalam sarang juara ini. Ada Mbak Dyah yang baik hati memberikanku tumpangan supaya bisa masuk dalam grup BWA ini. Setelah sampai di dalam grup ini, ternyata ada Mbak Nufazee juga.

Di grup ini aku pendiam, meskipun aku nggak cocok jadi pendiam, tetapi kupaksakan karena di sini aku suka nggak ngerti apa yang lagi mereka bicarakan. Hahaha ... 

Aku amat sangat amatiran, apalagi bila dibandingkan mereka semua yang menang lomba bisa berkali-kali. Namun, perlu kalian tahu aku mendapat banyak ilmu dari obrolan mereka yang dalam diam aku ikuti.

Anggaplah kalian penasaran dengan apa saja yang kupelajari di sini. Sebab aku akan cerita tentang itu sekarang, silakan di simak ya!

1. Blogku yang Awalnya Gratisan Berganti Memiliki TDL


Di grup ini ada banyak suhu, tetapi kalau mereka lagi isi acara aku suka kelewat. Padahal sharing mereka kece-kece loh. Menyesal tiada guna.

Sebenarnya sudah sejak lama pingin ganti TDL, tetapi masih ditunda-tunda. Sampai akhirnya aku dapat masukan dari Bang Doel buat ganti TDL berbayar. Jadi sejarah blog-ku berganti dot com setelah masuk ke grup BWA ini.

2. Mulai Kepo dengan SEO


Lagi, ini juga atas saran dari Bang Doel, katanya akan lebih baik kalau aku ganti template dengan yang berbayar karena itu ramah  SEO.

Kuturuti juga nih, meskipun aku memilih produk themes yang sesuai dengan kantong. Sebab aku masih belum yakin jika kelak bisa menghasilkan dengan blog.

Dari kekepoan tentang SEO ini berujung pada meramban, ada banyak step yang kuperoleh. Kepalaku berdenyut, artinya nggak ada yang mudeng sama sekali. Ya Allah merananya .... 
Beruntung pada akhirnya mudeng langkah-langkah yang harus dikerjakan, utak-atik saja sampai tahu-tahu pagi. Makin ke sini, makin tahu ternyata tak satu pun artikelku sesuai dengan SEO. 
"Dunia belum berakhir, bila kau putuskan aku. Masih banyak teman-temanku di sini. Menemaniku .... "

Di situ aku merasa bahagia bercampur sedih.  Bahagianya besok-besok tahu kalau menulis bisa lebih baik. Efeknya aku nggak nulis-nulis, karena bingung baiknya semua tulisanku diperbaiki dahulu atau aku menulis yang baru?

3. Aku Mandeg Belum Juga Menulis, Tetapi Aku Masih Setia Ceki-ceki BWA

Hiatus itulah yang terjadi pada akhirnya. Sesekali ada keinginan buat isi blog dengan tulisan yang bermanfaat tetapi apa? Aku tidak memiliki ide untuk memilih tema tulisan. 

Singgah ke BWA untuk sesekali mengucapkan selamat pada para juara atau support teman-teman yang meminta page view, atau engagement di sosmed mereka. 

Meski silent reader kurasa BWA ini mengasyikkan, aku banyak dapat ilmu dari sini. Asal rajin-rajin baca. Tidak kaku juga kok percakapannya. Mbak Rini dan Mbak Hani sebagai admin juga orangnya Asyik.

Pokoknya aku jangan didepak dari grup, meskipun aku jarang taruh link tulisan, atau jarang nimbrung di chatingan aku masih membutuhkan grup ini untuk terus bertumbuh.

Buat semuanya, yuk silakan tinggalkan jejak kebaikanmu di kolom komentar dengan beri tahu aku artikel mana yang harus kubaca supaya blogku bisa bertumbuh, atau berikan masukan supaya 'Blogwalking Asyik Sarangnya Juara Blogger' melahirkan juara blog baru yaitu aku. (Aku ketawa tapi di-silent juga) 


Continue reading Blogwalking Asik Sarangnya Juara Blogger

Sabtu, 27 November 2021

,

Refleksi Cinta Negeri dari Ibu Rumah Tangga

Refleksi Cinta Negeri

Menjadi seorang ibu merupakan impian dari sejumlah perempuan, termasuk aku. Seiring berjalannya waktu mulai menyadari bahwa keinginanku menjadi seorang ibu, tidak dibarengi dengan mempersiapkan bekal ilmu yang memadai. Sehingga pada saat Allah perkenankan mendapat gelar ibu, beratnya terasa. Tidak mudah ketika harus menuliskan refleksi cinta negeri dari ibu rumah tangga sepertiku.

Apa itu Refleksi Cinta Negeri? 

refleksi/re·flek·si/ /réfléksi/ n 1 gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar:  2 gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran; 3 ki cerminan; gambaran

cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar 2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan):  3 ingin sekali; berharap sekali; rindu:  4 kl susah hati (khawatir); risau

Jika disesuaikan dengan arti dalam KBBI, maka refleksi cinta memiliki makna cerminan dari perasaan sangat menyukai. Cinta negeri versi seorang ibu rumah tangga adalah dengan mendedikasikan diri dalam proses mendidik generasi mendatang.

Dewasa ini banyak hal negatif yang membuatku merasa khawatir. Tingginya ilmu tidak dibarengi dengan bekal akhlak yang mulia. Sehingga banyak terjadi pem-bully-an, kasus narkoba, seks bebas, penyimpangan seksual, pembunuhan, serta kasus remaja bunuh diri. Hal negatif tersebut sering kali terjadi disebabkan kurangnya kehadiran orang tua dalam tahap pendidikan anak.

Terlalu menggantungkan pendidikan anak pada instansi (sekolah), serta kurangnya kesadaran akan tanggung jawab sebagai pendidik yang utama. Sibuk bekerja menjadi salah satu alasan yang membuat orang tua berlepas tangan dari pendidikan anak. Padahal anak-anak harus mendapatkan teladan serta kasih sayang dari orang tua untuk membentuk karakternya. 

Seperti polemik yang beberapa tahun ini terjadi, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara 'tanpa ayah' (fatherless country) tentu hal ini sangat menyedihkan. Sebagian besar anak-anak Indonesia tumbuh tanpa memperoleh figur ayah. Kondisi ini menyebabkan adanya kekosongan dalam diri anak akan sosok panutan.

Kondisi tersebut bisa berpengaruh pada perkembangan mental, anak-anak yang mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya, cenderung lebih percaya diri dan memiliki kecerdasan lebih baik. Perasaan nyaman dan bahagia membuat otak, dan sel syaraf lainnya bekerja lebih optimal.

Tentu akan baik jika aku dan suami menjadi partner yang solid dalam mendidik anak. Diperlukan perjuangan yang konsisten agar apa yang menjadi harapan kami bisa terwujud. Berikut adalah beberapa langkah dalam membangun peradaban dari rumah. 

Refleksi Cinta Negeri
1. Muhasabah atau Koreksi Diri

Langkah awal yang kami kerjakan adalah koreksi diri, sebelum menyalahkan orang lain, dan lingkungan. Orang tua adalah cerminan, jika ada yang salah dalam diri kita, bukan hal yang tak mungkin jika sikap itu ditiru oleh anak. Meski terdengar mudah, tetapi koreksi diri merupakan tantangan yang sulit dilakukan. 

Apabila merasa kesulitan untuk melihat kesalahan diri sendiri, minta bantuan pasangan. Biasanya pasangan akan suka rela menegur, jika memang ada hal yang keliru. Menurut Suami, aku tidak mudah diyakinkan atas kesalahanku. Jika dikoreksi akan selalu mencari-cari pembelaan. Terkadang sedih juga ya  kalau sudah berusaha semaksimal mungkin, ternyata masih ada yang salah. Namun, dengan mengakui kesalahan menjadi pintu untuk menjadi lebih baik. 

Menjadi orang tua bukan hal yang mudah, harus terus belajar. Menerima kritik dan saran, serta mengakui kesalahan akan mempermudah dalam kita memperbaiki diri. Setuju?

2. Belajar Ilmu Parenting

Tidak setiap orang tua menyiapkan anak-anaknya dengan ilmu parenting sebelum pernikahan. Banyak di antaranya tumbuh dengan minim teladan. Menolak lupa dengan predikat fatherless country, tentu banyak sekali calon orang tua yang tidak memiliki role model yang baik. Untuk itu belajar ilmu parenting menjadi jalan yang terbaik.

Berbeda dengan suamiku yang memiliki role model yang baik. Aku mengalami banyak masalah dalam menjadi Ibu. Harus melewati masa-masa tertekan dengan inner child negatif, tersebab rasa kecewa terhadap sosok salah satu orang tua membuat pola hidupku demikian runyam. 

Aku belajar parenting melalui beberapa media, seperti bergabung dengan komunitas parenting, mengikuti kelas-kelas online, melalui buku-buku parenting. Serta kajian ilmu agama yang selaras dengan kebutuhanku sebagai orang tua.

Minat, bakat, multiple intelligence, fitrah, menjadi ilmu baru yang membuatku semakin haus. Mengenali kecerdasan anak, membutuhkan tips dan trik serta ilmu, agar anak bisa bertumbuh cemerlang dengan potensi yang terasah.

Tahapan pendidikan disesuaikan dengan usia anak, sebab pada usia dini pertumbuhan otak anak belum optimal, sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan otaknya. Supaya bisa menyesuaikan dengan daya berpikir anak.

"Menjadi seorang ibu bukan hal yang sepele, segala rutinitas yang dikerjakan itu bukan hal yang tidak penting. Kita sedang menumbuhkan seorang anak untuk masa depannya."

3. Berbagi Peran Dalam Pengasuhan

Berbagi peran merupakan langkah kecil yang berdampak besar pada anak. Masing-masing memiliki peran yang berbeda. Peran kedua orang tua, memiliki andil yang besar terhadap fitrah seksualitas anak. Seorang anak berusia 0-2 tahun bayi berada dalam masa penyusuan, ia harus didekatkan kepada ibunya, hal ini bermanfaat untuk  mengajari nilai kasih sayang. Ia belajar kasih sayang dari orang taunya.

Saat anak berusia 3-6 tahun, anak diajak untuk mengenali gendernya, perbedaan gender antara perempuan dan laki-laki. Pada masa ini selayaknya anak di dekatkan dengan ayah dan ibunya untuk belajar dari keduanya.

Peran Ayah dan Bunda dalam membangkitkan fitrah seksualitas meliputi:

refleksi cinta ibu rumah tangga

Anak-anak akan memiliki karakter sesuai fitrahnya, dengan adanya teladan yang baik. Kehadiran Ayah tak boleh dianggap remeh, pada contoh kasus Ayah bekerja di luar negeri atau luar daerah. Hal ini bisa disiasati dengan melakukan panggilan telepon/ panggilan video.

Ibu bisa melaporkan keseharian anak, poin-poin penting yang harus Ayah sampaikan sebagai nasihat atau apresiasi untuk anak, harus sudah Ibu beritahukan. Selain komunikasi Anak dan Ayah, komunikasi Ayah dan Ibu juga harus terjaga.

Selain itu, figur Ayah/Ibu bisa digantikan oleh keluarga terdekat. Apabila kondisi yang dialami adalah kehilangan sosok Ayah/Ibu disebabkan kematian. Maka pengenalan gender serta peran seksualitas bisa digantikan dengan sosok terdekatnya. Supaya kelak dapat terhindar dari penyimpangan seksualitas.

4. Melayakkan Diri Menjadi Panutan

Rasullah  Shalallahu Alaihi Wassalam, dalam mendidik umatnya 40% dengan sabda, sisanya dengan teladan yang beliau contohkan. Mengenalkan akhlak mulia sejatinya bukan perkara yang sulit, jika kita sebagai orang tua mengerjakan amalan tersebut. Akan menjadi sulit apabila apa yang kita ucapkan tidak sesuai dengan perilaku kita.

Anak biasanya lebih mudah meniru apa yang dilihatnya, dibanding dengan apa yang diperintahkan. Imam Asy-Syafi'i pernah memberikan nasihat kepada muridnya, "Ketahuilah yang pertama kali harus kamu lakukan dalam mendidik anak-anak khalifah adalah memperbaiki dirimu sendiri. Karena, sejatinya paradigma mereka terikat oleh paradigma dirimu. Apa yang mereka pandang baik adalah apa-apa yang kau kerjakan,  apa yang mereka pandang buruk adalah apa-apa yang kau tinggalkan."

Pernah nggak Ibu/Ayah merasa ungkapan emosi anak saat marah, sama seperti saat kita memarahinya? Masih mau memberikan contoh yang kurang baik?
Refleksi Cinta Negeri
Anak adalah generasi penerus bangsa, kelak ketika sudah tiba waktunya kita harus me-release mereka kepada masyarakat. Anak-anak akan mengambil peranan dalam memajukan Indonesia. Menurutku bekal ilmu duniawi saja tidaklah cukup. Anak-anak harus dipersiapkan dengan pemahaman agama yang baik, agar kelak setiap keputusan yang akan diambil berdasarkan keyakinan bahwa hal yang mereka kerjakan senantiasa ia pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Langkah kecilku tentu masih sangat jauh bila dibandingkan dengan sosok Ibu Sumirah, seorang tukang pijat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia mendedikasikan dirinya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak putus sekolah di daerahnya dengan Yayasan Panti Asuhan Amanah yang ia dirikan. 

Beliau tak hanya mendidik anak kandungnya sendiriberbeda dengan yang kukerjakantetapi ada sekitar 85 anak yang ia biayai sekolahnya. Sedangkan aku hanya memaksimalkan pendidikan kepada anak-anakku, baik pendidikan moral, pendidikan agama maupun nilai akademis anak-anakku.

Mengetahui kisah Ibu Sumirah membuat diriku terinspirasi, meski rasanya tak sanggup jika menjadi pahlawan hebat sepertinya. Sosoknya berhasil membuatku merasa malu jika berlaku sekadarnya dalam mendidik. Memberi sedikit suntikan semangat, agar menjadi orang tua yang lebih baik.

Mendidik bukan seperti membuat masakan, jika dikerjakan sesuai panduan dan resep maka tak lama kemudian akan tersaji makanan di meja. Dalam memasak juga tak selalu sama rasanya meski hasil cara pembuatannya sama. Mendidik memiliki jalur yang berliku, tidak bisa buru-buru, tentu sulit ya jika diri kita belum berubah menjadi diri yang lebih baik. Mendidik dimulai dari mendidik diri sendiri.

1. Memberi Aktivitas Yang Beragam

Mengetahui potensi kekuatan pada diri anak bukan perkara yang mudah. Bukan pula sesuatu yang bisa ditargetkan dengan cepat. Orang tua harus memberikan aktivitas yang beragam untuk memunculkan potensi yang ada dalam diri anak.

Potensi anak dapat tercermin melalui 4E (Easy Enjoy Excelent Earn), hal ini dibutuhkan penajaman dengan memberikan aktivitas yang beragam dan juga berulang. Binar pada mata merupakan indikasi awal, bakat merupakan personaliti yang produktif. Maka jika itu termasuk dalam potensi kekuatannya maka ia akan dengan senang hati melakukan, dan tak segan mengulanginya.


Kedua anakku memiliki kecenderungan minat yang hampir sama, mereka sama-sama suka bercerita, suka sekali memakai kamera untuk nge-vlog. Di galeri ponsel merupakan timbunan hasil vlog mereka. Isinya random, bisa menceritakan tentang nabi-nabi, berkisah tentang apa yang ada di kepalnya. Hingga mereka berlagak sedang unboxing mainan favorit mereka.

Vanyaanak sulungkusuka bercerita ini sudah sejak usia empat tahun. Terkadang dengan menggambar, kemudian mengisahkan apa yang digambarnya. Lalu bercerita hal-hal yang ada dalam imaginasinya. Mengulang kisah dalam buku yang ia dengar atau baca.

Aktifitas Beragam
Apresiasi kedua kalinya sebagai penulis inspiratif
Saat ini ia berusia sembilan tahun, sejak berusia tujuh tahun, Vanya belajar di kelas menulis buku antologi khusus anak-anak. Rasanya Vanya tidak terlalu tertarik menulis, sebab ketika menyelesaikan kisah biasanya Vanya bercerita dan saya yang dimintanya untuk menuliskan kisahnya.

Kemampuan menulisnya belum mahir, baik tulis tangan maupun tulis dengan laptop. Vanya mengatakan bahwa ia lama menuliskan kisahnya hingga membuatnya lupa apa yang hendak ia tulis. Mungkin nanti ketika kemampuan menulisnya sudah lebih baik dia akan merasa mudah.

Jujur, ketika Vanya sudah mulai bercerita, aku sering kali tak bisa menyamai kecepatannya. Ada beberapa kata yang terkadang tak sempat kutulis, nanti Vanya akan menegurku dan mengatakan kalau apa yang kutulis berbeda dengan ceritanya, dan ia tidak suka.

Vanya juga menyukai design, ia senang mengutak-atik aplikasi painting, aplikasi design, dan edit video. Namun hasil design-nya belum terkonsep, ia masih dalam tahap bersenang-senang dan mengenali bermacam-macam tools yang ada.
aktivitas beragam
Ilustrasi karya Vanya terbaru dengan memanfaatkan elemen gratis dari aplikasi design Canva,

Aku belum bisa mengatakan ini sebagai bakat yang Vanya miliki, tetapi Vanya sudah belajar dengan baik tentang proporsi ukuran masing-masing benda dan caranya mengatur tata letaknya. Meski ilustrasi kali ini juga masih ada koreksi pada pemilihan meja yang kurang sesuai dengan kursi yang terlalu tinggi. 

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja ia melihat video tutorial yang sedang aku stell, kemudian  berdiskusi. Ia memberi jawaban, "itukan kemarin saat Mbak Vanya belum nonton video ini buatnya, wajar dong kalau ukurannya nggak por apa tadi Ma?" Ketika aku menilai karya sebelumnya.

Aida juga senang bercerita, tetapi sedikit pemalu. Meski begitu ketika harus berkenalan di depan banyak orang ia mampu mengucapkan kata-katanya meski sambil tersipu. Kedua anakku senang berpendapat, protes jika apa yang kuajarkan tidak seperti yang kukerjakan. Membuatku sering merasa malu.

2. Mengevaluasi Bakat dan Minat Anak

"Mengapa negeri ini rapuh? Karena banyak pohon beringin ingin menjadi pohon jeruk, dan pohon jeruk ingin menjadi pohon mangga." ~ Gede Prama ~

Membaca kutipan di atas membuatku merasa agar anak-anakku bisa tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Setelah memberikan aktivitas beragam kita harus melakukan sortir pada kegiatan-kegiatan yang anak-anak kuasai dan tidak. Lalu fokus untuk meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.

Mengevaluasi, membuatkan catatan tentang potensi kuat dan lemah mereka. Tak ingin jika aku mendapatkan benih  buah tin, kemudian aku men-treatment seolah-olah ia buah anggur. Buah tin tentu tidak membutuhkan penyangga untuk tempat merambat.

Apa jadinya Indonesia jika hal tersebut terus berlangsung? Yuk buat perubahan untuk masa depan Indonesia dari rumah!

3. Memfasilitasi Anak dalam Berkarya

Vanya dan Aida, keduanya menyukai crafting. Untuk itu aku harus menyiapkan segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Dulu aku sering membuat DIY peraga belajar untuk Vanya dan Aida. Tujuannya sih untuk berhemat, recycle, dan juga memanfaatkan ide-ide crafting yang ada di kepala.

Ternyata aktivitas itu menarik perhatian anak-anakku, sehingga mereka sering memintaku agar mengajak mereka bebikinan. Dan sekarang ini, mereka berdua sedang membuat paper doll, kemudian mereka membuatkan bermacam-macam model pakaian, hijab, tas, topi, dan aksesoris lainnya.

Kemarin buku yang baru dibeli, tinggal beberapa lembar karena mereka gunakan untuk membuat baju dan aksesori bonekanya. Kadang mereka ingin membuat donat, membuat kue-kue lainnya yang mereka sukai. Jadi aku harus memiliki stok bahan agar tidak membuat mereka kecewa. Bisa banget nih untuk warga Jawa Timur dan Makasar menyiapkan bahan untuk bebikinan dari Aplikasi Super. Nanti kita cerita tentang aplikasi ini ya!

Kedepannya mungkin aku harus menyiapkan peralatan untuk mereka belajar vlog juga. Supaya video yang dihasilkan bagus, memberi tantangan mereka agar menyiapkan konsep sebelum memulai rekam video. Selama ini saya belum terlalu andil dalam hal yang satu ini. Beberapa bulan yang lalu, Vanya mengatakan, "Ma, kayaknya aku bisa deh Ma jadi sutradara kalau besar nanti."


Aku menyemangatinya untuk terus belajar, dan berlatih. Vanya masih harus belajar mengenai agamanya sebelum ia mengenal ilmu yang lainnya. Sungguh, di samping ingin melihat anakku bersinar karena menemukan potensinya. Jauh lebih besar dari itu, jika kelak ia dipercaya menjadi seorang pemimpin, maka dengan amanah itu aku ingin anakku bisa menggapai surga firdaus-Nya.

4. Mengevaluasi Agar Visi dan Misi Tercapai

Visi dan misi yang kami miliki adalah mendidik anak-anak mengenal Rabb-nya, beribadah dengan sebaik-baik ibadah. Menanamkan pengertian kepada anak agar menjadikan Allah sebagai sumber aktivitas mereka, memilih hal-hal yang Allah rida.

Menumbuhkan anak-anak menjadi sosok seperti yang Allah ciptakan, tidak menitipkan cita-cita orang tua pada anak. Perjalanan masih panjang, evaluasi masih harus dilakukan berulang. Semoga Allah rida, menjadikan segala perjalanan yang kami tempuh bernilai ibadah.

Saatnya untuk menunaikan janji, beberapa waktu ini aku berkenalan dengan Aplikasi Super. Super adalah aplikasi untuk agen reseller yang menjual sembako dan barang lainnya di kota kecil dan daerah. Saat ini Aplikasi super mengantarkan pesanan di Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Lamongan, Tuban, Malang, Batu, Kediri, Bojonegoro, Pasuruan, Jember, Lumajang, Bondowoso, Madura), dan Makassar.

Apa sih keuntungan menggunakan Aplikasi Super dibanding dengan aplikasi lainnya?

Keunggulan Aplikasi Super
sumber: aplikasisuper.id
Cocok sekali untuk ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan tetapi tidak memiliki cukup waktu untuk kulakan barang dagangan. Bagaimanapun juga anak-anak tetap menjadi prioritas bagi seorang ibu. Anak-anak juga tak meminta dilimpahi uang hingga terabaikan. Ibu bisa tetap fokus dalam mengasuh anak, tentu waktu untuk pergi ke grosir untuk kulakan bahan dagangan menyita banyak waktu.

Mengurangi kerepotan Ibu, sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk memiliki usaha. Adakah yang sedang ingin memiliki warung sembako? cocok sekali jika Ibu bergabung di sini. Selain dimudahkan dengan tiga hal di atas, Aplikasi Super juga menyediakan training dan pelatihan bagi yang tergabung sebagai Sedulur Super.

Jika belanja di aplikasi lain kita sering dipusingkan oleh berat belanjaan yang berimbas pada mahalnya ongkos kirim, berbeda dengan di sini. Belanjaan akan dikirim oleh kurir, bebas ongkir, WOW. 

Ada lima keuntungan saat tergabung dalam Mitra Super Center, yaitu pemilik toko kelontong tidak memerlukan modal, menarik bukan? Ada empat keuntungan lagi, buruan kepoin websitenya Aplikasi Super untuk bergabung. 

Peluang pekerjaan lainnya yaitu sebagai Agen Super. Menjadi fasilitator bagi pemilik warung yang tidak bisa menyiapkan purchase order sendiri. Aplikasi Super ini dibuat untuk menjangkau daerah pedesaan yang masih awam dengan sistem belanja online.

Menurut ASEAN Briefing, ini merupakan model e-commerce pertama di Indonesia yang menggunakan prinsip seperti C2C (Customer to Customer). Mereka berfokus di daerah pedesaan. Kebanyakan orang tidak terbiasa dengan transaksi pada layar  dan melakukan CTA (Call to Action) transfer ke Bank dengan kode unik yang harus dimasukkan pada ATM. Untuk itu dibutuhkan seseorang yang membantu mereka menyiapkan pesanan.

Aplikasi Super melakukan pendekatan O2O (Online-to-Offline) dengan mencari tokoh masyarakat yang memiliki jaringan 50-100 orang, dilatih untuk dijadikan fasilitator dalam mengumpulkan permintaan order. Keren ya, dan ternyata ada Ibu Defi yang sudah memulai. Kita kepoin Ibu Defi yuk, Super Agen dari Surabaya ini.

Ibu Defi Variasari #BeraniMemulai belajar menggunakan aplikasi, berjuang demi anak-anaknya. Tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Berkarir dengan Aplikasi Super memiliki waktu yang fleksibel. Ibu Defi mengerjakannya sebagai sampingan ketika tugas domestik mengurus suami dan anak-anaknya telah tertunaikan. Menjadi pahlawan keluarga diawali dengan berani memulai.

Aplikasi Super memiliki misi untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat wilayah timur Indonesia. Menginginkan agar tidak hanya di kota besar masyarakatnya memiliki kemudahan dalam membuka usaha mandiri.

Langkah nyata membangun negeri juga dilakukan dalam misi sosial. Terbukti dengan kegiatannya berbagi kebaikan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Super menggandeng We Care untuk bekerja sama dalam donasi kemanusiaan.

Sebuah perjuangan besar pasti dimulai dari langkah kecil. Mari bergerak bersama-sama untuk membangun peradaban dari rumah. Rumah merupakan tempat bermulanya aktivitas, mari deraskan makna aktivitas di rumah dengan memasukkan nilai-nilai penting dalam kehidupan Ananda. Setiap orang tua layak menjadi pahlawan bagi anak-anaknya.

Tak ada kehidupan yang sempurna, tak ada orang tua yang tak memiliki kesalahan. Setiap manusia boleh melakukan kesalahan, tetapi seorang panutan harus bangkit memperbaiki kehidupannya demi anaknya.

Bukan cerita yang istimewa yang bisa kusuguhkan dalam rangka memeriahkan #SuperBercerita. Refleksi cinta negeri yang coba kuusung adalah tentang bagaimana ibu rumah tangga biasa mengambil peran dalam membangun peradaban. Indonesia masa mendatang adalah milik generasi yang sedang kita didik. Semoga kelak kita bisa mewujudkan Indonesia yang memiliki sumber daya manusia yang berpotensi dan tangguh.


Continue reading Refleksi Cinta Negeri dari Ibu Rumah Tangga