Rabu, 19 Februari 2020

Pentingnya Pertahanan Tubuh, Imunoterapi Lawan Kanker Stadium Lanjut

" Tubuh memiliki sel T yang merupakan bagian dari darah putih. Darah putih ini tugasnya melawan musuh, inilah tentara dalam tubuh, tentara yang dimiliki tubuh kita. —dr. Jeffry B. Tenggara SpPD-KHOM—

Gambar: www.roche.co.id

    Februari merupakan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4. Kanker merupakan pembunuh kejam bagi manusia di dunia. Tahun 2018 ada 18,1 juta kasus baru kanker, dan jumlah meninggal mencapai 9,6 juta jiwa. Itu sebabnya penyakit kanker diibaratkan momok menakutkan yang membuat setiap orang yang bertemu hendak berlari menjauh.

    Kanker adalah penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal yang tak terkendali dalam tubuh. Mereka menabrak semua aturan yang ada dalam sistem tubuh yang dipatuhi oleh sel-sel sehat.


    Penyitas kanker pada awalnya tidak menyadari akan hadirnya sel abnormal dalam diri. Dikarenakan pada mulanya penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang berarti, sehingga cenderung diketahui ketika sudah dalam stadium lanjut.

     Kanker sendiri dibedakan dalam beberapa stadium (tingkat keganasan) yaitu stadium 1, 2, 3, dan 4. Semakin awal terdeteksi maka upaya pengobatan kanker akan lebih mudah. Ketika kanker belum mencapai getah bening atau menjalar pada organ vital lainnya.

    Sel kanker terbentuk dari sel mati, sel yang sudah beberapa kali membelah diri dan sudah tidak bisa melakukan regenerasi. Pada kondisi tubuh tertentu mengakibatkan sel itu dapat bertumbuh secara liar.

     Pada perempuan yang sudah menikah dianjurkan agar melakukan pengecekan secara berkala. Melakukan pendeteksian dini pada payudara yang dikenal dengan istilah SADARI, untuk deteksi dini kanker payudara. Dan pap smear untuk deteksi dini penyakit kanker serviks.

   Kanker bisa dideteksi dini, hal ini disebut sebagai upaya pencegahan. Kanker bisa disembuhkan apabila masih dalam stadium awal.

Apa Saja Faktor penyebab Kanker?

   Sebagian orang percaya bahwa kanker berkaitan erat dengan gen dan bukan gaya hidup. Namun sejumlah penelitian termutakir menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti nutrisi, emosi, mental, dan spiritualitas bisa memengaruhi ekspresi genetik. Artinya faktor gaya hidup menyumbang peranan dominan dalam timbulnya kanker.
Sumber: ICCC

   Setiap orang harus berupaya menerapkan gaya hidup sehat yang seimbang secara fisik, emosional maupun spiritual untuk menciptakan sistem tubuh antikanker.

   Kanker ini bisa timbul saat manusia merasa tertekan oleh berbagai macam masalah yang timbul. Kondisi seperti ini cenderung membuat imunitas menurun.

      Perjuangan ibu saya dalam menghadapi kanker payudara bersamaan dengan proses perceraian Ibu dan Bapak. Bagi saya puncak kegetiran hidup ada pada saat itu. Kesedihan akan penyakit yang diderita Ibu, dan juga perceraian keduanya.

STADIUM KANKER PAYUDARA

    Ibu saya menderita kanker payudara stadium II. Jenis kanker yang merupakan pembunuh perempuan nomer dua setelah kanker serviks. Tak tega rasanya saat Ibu merasakan sakit. Kulit payudara mengelupas, memerah, pada permukaan kulit cekung seperti kulit jeruk. Terdapat benjolan sebesar telur ayam pada payudara kiri dan menjalar hingga ketiak.

GEJALA KANKER PAYUDARA

   Ada beberapa faktor penyebab yang mengakibatkan adanya sel kanker dalam tubuh Ibu. Sebelumnya Ibu pernah melakukan operasi tumor yang muncul pada dada sebelah kiri, tepat di bawah tulang selangka.

   Selain adanya sel abnormal berupa tumor, dulu sewaktu menyusui saya dan adik tidak tuntas, dikarenakan kedua kalinya waktu menyusui, Ibu harus melakukan pengobatan di rumah sakit dalam waktu yang lama, hingga ASI tidak keluar lagi.

RIWAYAT

     Berbagai metode pengobatan telah dikembangkan oleh beberapa ahli ongkologi di dunia. Salah satunya adalah imunoterapi, berangkat dari pengkajian siklus imunitas kanker.




Apakah Imunoterapi Itu?

   Sistem kekebalan tubuh seseorang adalah kumpulan organ sel khusus dan zat-zat yang melindungi seseorang dari infeksi dan beberapa gejala penyakit lainnya. Sistem kekebalan tubuh menyimpan ingatan mengenai keberadaan benda asing, seperti virus atau bakteri.


    Adanya zat baru yang tidak dikenal sistem kekebalan tubuh menimbulkan tanda bahaya, menyebabkan kekebalan tubuh melakukan perlawanan.

    Namun sel kanker berbeda dengan bakteri dan virus. Ia memiliki kemampuan berkamuflase, bersembunyi dari kejaran sel kekebalan tubuh. Hal ini membuat perlawanan sel tubuh terhadap kanker menjadi sulit. Maka dari itu tubuh harus memperkuat imunitas dengan cara imunoterapi

    Imunoterapi adalah jenis pengobatan penyakit yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Imunoterapi yang disiapkan digunakkan untuk memperoleh atau memperkuat respons kekebalan tubuh.

Baca juga: Imunoterapi Kanker

 Keunggulan Imunoterapi 

   Sebetulnya, sel kanker itu hidup dormon, berupa sel mikrotumor yang tidak berbahaya, yang terdapat dalam tubuh setiap orang. Ia adalah bagian dari tubuh kita sendiri.
     Mengapa kita perlu mengenal keunggulan imunoterapi? Karena pengobatan kanker memakan waktu yang panjang dan juga membutuhkan fisik yang kuat. Berikut ini adalah kelebihan Imunoterapi.
  • Cara kerja imunoterapi, lebih efektif dibandingkan kemoterapi. Ia menghentikan akar, menghambat tumbuhnya sel kanker. Menghambat agar sel kanker tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Membantu sel-sel kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker. Sedang pada kemoterapi menyerang semua sel aktif di tubuh (tidak hanya sel kanker, sel sehat lainnya juga, sel kuku, sel rambut dll)
  • Meningkatkan harapan hidup lebih tinggi kurang lebih 30 bulan, sedangkan kemoterapi 16,7 bulan.
  • Respons yang tinggi dimulai dari pengobatan pertama, sebanyak 70 persen, 40 persen lebih banyak dibanding kemoterapi yang hanya 30 persen.

 Dari beberapa keunggulan ini, imunoterapi kanker merupakan angin segar bagi penyitas kanker stadium lanjut. Pada pengobatan konvesional baru akan menunjukkan reaksi signifikan setelah beberapa kali kemoterapi. Sedangkan penyitas kanker stadium lanjut sudah tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengobatan.

Cara Kerja Imunoterapi


Gambar: lifestyle.bisnis.com
   Hambatan yang dihadapi oleh sel imun adalah kemampuan sel kanker dalam mengelabuhi. Andai diibaratkan dengan sistem pemerintahan suatu negara. Sel kanker merupakan warga yang berada dalam negara tersebut. Ia bisa mengelabuhi sistem keamanan negara dengan menjadi seorang aparatur negara.

  Dalam hal ini aparatur tersebut melakukan korupsi dan sangat rapi dalam bertindak. Maka sistem keamanan negara perlu membentuk pasukan khusus KPK untuk meringkus koruptor agar tidak sampai terjadi kerusakan parah dalam suatu pemerintahan.
  • Pertama, sistem imun yang awalnya tidak bereaksi terhadap sel kanker dibuat agar mampu bereaksi. Antigen yang telah mati dari sel kanker dilepaskan.
  • Kedua, antigen bergerak menuju getah bening, oleh sel dendritik.
  • Ketiga, sel T terbentuk dan teraktifasi.
  • Keempat, sel T masuk ke dalam sel darah untuk mencari keberadaan sel kanker.
  • Kelima, sel T menghancurkan dinding tumor dan menembus masuk ke dalam tumor.
  • Keenam, sel T mengenali sel kanker di dalam tumor.
  • Ketujuh, membunuh sel kanker.
     Pengobatan dengan imunoterapi ini sudah beberapa kali berhasil menyembuhkan penyakit kanker stadium lanjut, berawal dari jenis penyakit kanker paru dan juga kanker kulit jenis melanoma. Mantan presiden Amerika Serikat ke-39, Jimmy Carter sembuh dari melanoma setelah mendapatkan PD-1 inhibitor. Sejak itu mulai dicobakan ke berbagai jenis kanker.

  Setelah koruptor dilabeli sebagai tersangka maka persidangan oleh hakim dimulai. Hal ini diibaratkan dengan membunuh sel kanker dari dalam tumor.

   Pada saat ibu saya dinyatakan bersih dari kanker, dokter menyarankan agar pola hidup sehat tetap dijalankan. Selalu memonitor keadaan diri, apabila ada keluhan kembali agar segera datang ke dokter kembali. Layaknya mafia/koruptor harus terus dilakukan pengawasan agar tidak terjadi kambuhan.

Baca juga: Ria Irawan Meninggal Dokter Jelaskan Cara Kanker Kambuh dan Menyebar

Ketenangan ibu saya dalam menerima penyakitnya, memberikan dorongan untuk sembuh.

Jenis-jenis Imunoterapi

Ada beberapa jenis pengobatan imunoterapi yaitu:
  1. Antibodi Monoklonal, merupakan protein sistem kekebalan tubuh buatan manusia, obat-obat ini dibuat untuk mengikat target spesifik tertentu dalam tubuh dan menimbulkan reaksi umum yang menghancurkan sel-sel kanker.
  2. Imune Checkpoint Inhibitors, merupakan obat-obat yang menghilangkan berbagai hambatan pada sistem kekebalan tubuh membentuk dalam mengenal dan menyerang sel-sel kanker.
  3. Vaksin Kanker, merupakan zat-zat yang dimasukkan dalan tubuh untuk meningkatkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sel-sel kanker.
   Di Indonesia menggunakan atezolizumab, merupakan anti PD-L1 untuk pasien kanker paru. Cara kerja antezolizumab ini adalah dengan mengembalikan respons imunitas tubuh dalam menyerang sel kanker. Dikarenakan kanker memiliki PD-L1 yang mampu mengelabui sel T, sehingga dikenali sebagai sel sehat.


Efek Samping Imunoterapi

   Pada pengobatan dengan imunoterapi, efek samping yang ditimbulkan tidak terlalu parah. Reaksi yang timbul pada lokasi jarum, seperti ruam, gatal-gatal, sakit atau nyeri. Bisa juga dengan reaksi seperti pada gejala flu, seperti demam, panas dingin, mual, diare, nyeri otot dan sendi, kelelahan dan sesak napas. Sangat jarang ditemui adalah reaksi alergi.

***
  Kanker adalah salah satu penyakit yang membuat saya belajar untuk hidup sehat. Ditinggalkan keluarga yang kita cintai karena deretan kasus kanker adalah hal yang perih.

    Kerabat saya mengalami depresi karena takut operasi saat menjalani pengobatan kanker. Semoga ahli ongkologi bersama pemerintah dapat melakukan pengembangan terhadap pengobatan imunoterapi ini. Sehingga bisa menjadi alternatif pengobatan yang baru. Dan mudah dijangkau mulai dari kelas ekonomi bawah. Semoga ya, aamiin.

   Sekian, info yang bisa saya bagikan. Semoga menambah informasi untuk pembaca. Anda juga bisa mengakses informasi mengenai imunoterapi pada tautan berikut: www.kalahkankanker.com silakan dicoba. Semangat untuk sehat ya, segera hubungi dokter Anda untuk pengecekan berkala ....

KALAHKAN KANKER, merupakan sebuah platform edukasi lengkap mengenai kanker. Memberikan info baik mengenali gejala, mengetahui penyebab dan juga memberikan info lengkap mengenai pengobatan kanker. Yuk bersama-sama kalahkan kanker mari kita kampanyekan melawan kanker.

Referensi Link:

https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker

https:www.roche.co.id/id/sekilas_temtang_roche/lingkup_usaha/farmasi/onkologi/imunoterapikanker.html.

https://nova.grid.id/read/051987936/diklaim-lebih-efisien-dari-kemoterapi-yuk-kenalan-dengan-pengobatan-imunoterapi-secercah-harapan-bagi-penyitas-kanker?page=all

https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-L1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut

https://lifestyle.bisnis.com/read/20190726/106/1129311/imunoterapi-inilah-obat-kanker-terbaru-di-indonesia-

https://www.beaconhospital.com.my/id/imunotherapy/

Tulisan ini sedang diikutkan dalam kompetisi blog. Dengan ini saya memberikan pernyataan bahwa:
  • Tulisan yang dimuat diblog adalah hasil karya saya dan belum pernah dipublikasikan dimana pun.
  • Bersedi apabila tulisan yang dimuat di blog untuk dimasukkan pada website www.kalahkankanker.com dimana akan disebutkan nama dan website asli blog penulis.
  • Saya bukan merupakan karyawan dan/atau keluarga karyawan Mothers on Mission ataupun Roche


40 komentar:

  1. Efek sampingnya yang lebih ringan mungkin sangat membantu penderita kanker ya Mba Sukma. Soalnya ada temen yang kebetulan terapi kemo. Namun setelah dikemo, jelas saja banyak keluhan yang ia rasa. Selain mual terus, jadi susah makan. Rambutnya pun habis . Sedih sekali rasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, kemo untuk kanker stadium lanjut butuh berkali-kali. Lebih panjang waktu kemo dibanding dengan harapan hidup yang divoniskan dokter.

      Hapus
  2. Apakah imunoterapi ini baru ditemukan mbbak?
    Mengingat sejauh ini baru kemoterapi yg menjadi pengobatan kanker.
    Baca artikel ini satu perasaan takut tapi juga janji sama diri sendiri jaga pola hidup dan makan,
    Nice sharing mbak, semoga menang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, tergolong penemuan baru dan sosialisasinya masih kurang. Yuk Mbak, hidup sehat supaya bisa mencegah.

      Aamiin terima kasih ya support dan doanya.

      Hapus
  3. Sosialisasi imunoterapi ini harus digalakkan, salah satunya lewat kita para blogger. Saya bersyukur metode pengobatan ini sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan RI. Harapannya semakin banyak jiwa bisa diselamatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mbak. Semoga teman-teman penyitas kanker bisa selamat. Sanak keluarga kita, semoga bisa berjuang melawan kalahkan kanker.

      Hapus
  4. Ya Allah dengar cerita Mbak tentang Ibu yang ebrjuang melawan kanker luar biasa. Apalagi proses perceraian dengan suami. Orang tua saya juga cerai, saya jadi paham rasanya. Semoga sehat selalu Mbak sekeluarga, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin. Saat-saat berjuang memang terasa beratnya. Apalagi kanker itu sungguh momok. Setiap kali seperti kehilangan harapan.

      Hapus
  5. Hari sabtu kemarin bertemu dengan rekan yang kena kanker jinak di kaki. Yang berawal dari asamurat. Sedih dan prihatin. Artikel yang bagus dan bermanfaat. Terimakasih informasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lekas sembuh kawannya ya. Selalu ada harapan untuk sembuh. Semoga semangat selalu.

      Hapus
  6. Saya taunya kemoterapi, dan imunoterapi ini harus disebarluaskan agar masyarakat lebih paham. Saya juga ada tumor dan semoga tidak menjadi kanker. Semoga kita semua sehat Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mbak, berusaha untuk hidup sehat yuk Mbak, saya juga ada resiko. Pernah operasi tumor juga. Semakin mengenali kanker semakin semangat menjalani pola hidup sehat. Iya, semoga kita selalu sehat. Aamiin

      Hapus
  7. Artikelnya bagus dan bermanfaat. Para penderita kanker tidak akan ketakutan lagi dengan efek kemoterapi sebab sekarang sudah ada alternatif lain yaitu imunoterapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebuah napas baru bagi penderita kanker. Semoga banyak nyawa yang selamat setelah ini. Aamiin

      Hapus
  8. Semoga dengan adanya imunoterasi ini menjadi secercah asa untk para psien kanker untuk sembuh dari penyakitnya dan bisa berkumpul bersama keluarga lagi dalam keadaaan sehat. BTW sukses ya mak. Tulisannya keren.^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, imunoterapi terobosan baru yang keren banget ya Mak. Semoga pengobatan ini juga nanti bisa menggunakan bpjs kesehatan. Biar banyak yang bisa pakai.

      Hapus
  9. Kekebalan tubuh yang tinggi, yakin banget buat bisa tahan gempuran dari aneka sel jahat di tubuh.. Semoga imunoterapi ini bisa meringankan penderitaan penyandang kanker. aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Sel imun biar kenalan dulu sama sel kanker, habis itu ditikung ya Mas.

      Hapus
  10. Imunotherapi ini masih baru banget ya mbak, di daerah sepertinya belum ada sosialisasinya. Turut bahagia pengobatan kanker bisa terus berkembang begini. Semoga kanker bukan lagi momok menakutkan seperti vonis mati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum menyebar ya Mbak. Masih mahal sekali sepertinya. Semoga ahli ongkologi Indonesia menemukan solusi untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang terkena kanker.

      Hapus
  11. Bbrpa teman ada yg udah wafat karena kanker. Ada yg pernah mau imunoterapi, tetapi harus ke Penang. Engga kesampaian karena biaya. Syukurlah kalau di Indonesia sudah ada. Sangat membantu bagi saudara-saudara kita yang kena kanker...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mbak. Untuk ke Penang dan tinggal dalam waktu yang lama membutuhkan biaya yang tak sedikit. Membuat gamang, alhamdulillah Indonesia makin maju.

      Hapus
  12. Dengan imunoterapi semoga penderita kanker Bisa sembuh. Soalnya kanker ini menyerang siapa saja ga kenal usia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mulai dari bayi hingga jompo bisa terserang. Semoga bisa sembuh ya kerabat kita semua.

      Hapus
  13. Melalui Imunoterapi kanker bisa dengan cepat dibunuh sel-selnya tanpa membahayakan sel-sel yang sehat. Beda banget dengan kemoterapi yang terkadang bisa merusak sel yang sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Koh Hendra. Ini kelebihan imunoterapi yang melegakan. Menyerang tepat pada gejala.

      Hapus
  14. Metode pengobatan imunoterapi ini menjadi kabar baik dan harapan baru bagi penyintas kanker di dunia, semoga bisa diaplikasikan dengan dengan merata ya Mbak, karena informasi tentang ini masih terbatas adanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Mbak, semoga banyak yang cocok dan dinyatakan bersih dari kanker dengan metode ini.

      Hapus
  15. Memang gaya hidup itu bisa mengerikan kalau salah
    mari kita berusaha jaga gaya hidup supaya nggak kena kanker

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari Mas, mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga sehat selalu.

      Hapus
  16. Harapan baru bagi para penyintas kanker ya mbak..

    Bisa jadi opsi selain kemoterapi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, revolusi pengobatan kanker. Semoga angka kematian menurun.

      Hapus
  17. Imunoterapi ini jadi semacam secercah harapan bagi survivor cancer ya Mbak huhuu... semoga kita terhindar dari penyakit keganasan seperti ini, dan bagi teman2 yang terkena semoga diberi kesembuhan dan bisa mencoba imunoterapi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, sedih sekali kalau ada anggota keluarga atau kerabat mengalami hal ini. Yuk berbagi info agar lebih banyak orang yang tahu.

      Hapus
  18. Cara pengobatan seperti ini sudah terbukti lebih efektif dan sudah banyak yg berhasil berkat imunoterapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Kholis, namun masih belum tersosialisasi pada pasien.

      Hapus
  19. Wah mengerikan juga kena kanker. Moga kita selalu sehat walafiat ya. Dan semoga Ibunya cepat sehat seperti sediakala ya. Amin

    BalasHapus
  20. Kanker ini memang merupakan salah satu penyakit yang mengerikan, apalagi deteksi di stadium dini agak susah karena gejalanya yang sangat samar. Sekarang kebanyakan yang kutau pakai kemo, ternyata sudah ada pengobatan lain yaitu imunoterapi dengan efek samping yang lebih sedikit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, penyitas kanker tak harus merasakan sakitnya kanker ditambah efek kemo yang juga tak kalah WOW.

      Hapus