BLANTERORBITv102

    Tips Mengajari Anak Berpuasa

    Senin, 03 Juni 2019
    Bismillahirrahmanirrahim ❤❤❤

    Hai-hai emak rempong sejagad raya. Yuk berbagi tips dalam mengajari anak berpuasa. Alhamdulillah sulungku kala itu berhasil puasa full day sejak umur 56 bulan.

    Yang pertama saya ajarkan adalah pengenalan tentang puasa kepada anak sedari usia 3 tahun. Mereka mulai paham apa itu puasa Ramadhan dan bagaimana menjalaninya.

    Pengenalannya berupa memberitahukan kepada anak bahwa orang tua sedang menjalankan puasa. Ketika anak menanyakan kenapa hanya dirinya yang dibuatkan minuman dan disediakan makan siang.

    Terkait dengan kebiasaan keluarga, bahwa kami makan bersama ketika sarapan, makan siang dan juga makan malam. Jadi ketika hanya dirinya saja yang makan di saat siang hari maka si anak akan bertanya dan merasa kurang berselera makan siang.

    Berawal dari Vanya yang ketika makan ingin sekali barengan dengan saya. Dan selalu ingin menyuapi saya karena hanya dirinya saja yang makan. Maka emak mengatakan kalau emak sedang berpuasa.

    "Apa itu puasa Ma?" tanya Vanya kala itu.

    Puasa itu tidak boleh makan dan minum saat siang hari. Nanti Mama akan makan kalau udah azan maghrib. Begitulah awal mula pengenalan puasa bagi Vanya. Jadi ketika masuk waktu berbuka Vanya menjadi bersemangat meminta pangku dan disuapin menu takjil buatan mama.

    Ketertarikan berbuka puasa ini sejak usia Vanya dua tahun. 
    Ketika berusia 3,5 tahun emak mulai mengenalkan Vanya dengan kegiatan sahur. Sesekali emak bangunkan untuk sahur, terutama ketika ada anak-anak atau bapak-bapak yang berkeliling membangunkan orang untuk sahur. Ia mengintip di jendela sambil ikut menyuarakan kata "sahur".

    Beberapa kali melakukan sahur, ikut melakukan santap sahur, meskipun di pagi hari meminta dibuatkan susu atau minta makan pagi lagi. Biasanya sembari emak carikan film kartun di televisi.

    Ramadhan saat usia Vanya 56 bulan, tiga bulan menjelang bulan Ramadhan. Emak sudah bercerita bahwa puasa Ramadhan akan datang lagi. Membuat Ramadhan couthdown dan juga membelikan mbak Vanya buku Ramadhan.

    Baca juga :
    Review Buku Catatan Seru Ramadhan Kami

    Dari situ muncul rasa tak sabar menunggu bulan suci itu tiba. Emak juga menyiapkan banyak amunisi, seperti printable Ramadhan dari Indonesia Montessori. Serta mencari aktivitas sesuai kegemaran anak di pinterest yang bertemakan Ramadhan.

    Emak perlihatkan semua dan ceritakan bahwa nanti ini akan kita kerjakan sewaktu mbak Vanya belajar berpuasa. Penuh semangat waktu melihat banyak kegiatan seru menanti di bulan Ramadhan.

    Berlanjut tips memberi semangat saat anak memulai puasa pertamanya.

    Saat Vanya melakukan puasa pertamanya, emak memberi support dengan mengiming-imingi hadiah berupa crayon berisi 60 warna. Sebagai hadiah jika Vanya berhasil puasa full day di hari pertama Ramadhan.

    Selain itu mama juga menyiapkan mading  (Majalah Dinding), ketika berhasil berpuasa maka akan mewarnai gambar bintang di mading. Di mading juga terdapat aktifitas pengamatan bentuk bulan setiap harinya. Mulai dari bulan sabit hingga purnama, hingga bulan sabit lagi.



    Tentang hari pertama berpuasa, mbak Vanya terngiang-ngiang dengan janji emak untuk membelikan pewarna besar, dengan bayak warna. Beberapa sebelumnya mbak Vanya emak ajak ke toko atk untuk melihat pewarna yang kelak mama akan berikan, sembari mama membeli kertas manila, hvs dan juga kertas origami untuk amunisi crafting.

    Karena tawaran emak yang sangat menggiurkan itu, mbak Vanya enggan berbuka puasa pas dengar adzan zuhur berkumandang. Ia ikut pesantren kilat di masjid. Setelah shalat dzuhur pualng lalu sampai rumah tertidur pulas. Sehabis tidur, emak ajak mbak untuk mandi, agar segar kembali. Setelahnya beraktivitas suka-suka.

    Jam menunjukkan pukul 17.00, saat mbak Vanya merasa sangat lapar dan haus. Ia meminta untuk berbuka saat itu saja. Namun emak mengingatkan bahwa ini tinggal sebentar lagi dan mengajak mbak Vanya bermain dengan cat air. Melukis sesuka hati.





    Gambar mbak Vanya kali ini gak ada judulnya. Sekedar mengisi #haripertamapuasa atau #puasaharipertama . Jadi ceritanya gini Mbak Vanya ini udah jam setengah 5 sore mau minta buka puasa. Kan sayang yes! Ujung2nya kita bikin kegiatan Finger Painting n painting pake kuas juga...karena hal itu yang masih jadi favorite mbak Vanya. Terserahlah mau bikin apa, biasanya suka ada ceritanya. Kaya tadi pas pesantren kilat. Tugasnya menyambung huruf bertuliskan Ra Ma Dhan sampai 5 baris. Tapi habis itu mbak berkreasi sendiri yang katanya gambar tangan dan kuku. Lanjut Gambar lonjong persis lintah...eh pas ditanya, itu gambar apa...Gambar lintah haus darah, ini lihat darahnya baru ada segini, masih butuh banyak, hati-hati ma nanti disedot darahnya loh. Tapi yang itu memang gak ada ceritanya sama sekali. Btw kasih selamat dong ke mbak Vanya yang goal puasa di hari pertama belajar puasa. Mbak Vanya puasa sampe maghrib. Dan boleh kan yes, kalau gambar tadi diberi judul "puasa pertama is goal". #VanyaHasnaQonita #4tahunlewat #hampir5tahun #puasapenuh #puasagoal #belajarberpuasa #Ramadhanmubarok #Ramadhankareem #pesantrenkilat #pesantrenramadhan_kids #happy #congratulation
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Sukma Meganingrum (@sukmanyamega) pada

    Moodnya langsung membaik, antusias untuk mewarnai. Sembari menemani mbak Vanya mewarnai emak menyiapkan menu berbuka puasa. Sengaja memilih waktu menjelang berbuka agar mbak Vanya tidak tergoda oleh aromanya. Tips penting ini kalau menurut emak.

    Membersamai anak yang sedang berjuang dengan aktivitas seru. Dan memasak ketika mendekati waktu berbuka.

    Hari pertama mbak Vanya goal, puasa sampai maghrib. Artinya emak musti dengan senang hati memberikan reward.

    Hari-hari selanjutnya mbak Vanya merasa lebih mudah menjalani harinya. Ketika ngambek kadang mengancam ingin membatalkan puasa. Tapi ketika emak berniat mengambilkan makanan dan minuman, selalu dicegah olehnya. Cuma gertakan sambel saja.

    Jadi apa yang perlu dilakukan dalam mengajari anak berpuasa?

    1. Pengenalan puasa sejak dini disesuaikan umur, bisa dengan media buku atau cerita.
    2. Buat anak jatuh cinta dengan bulan suci Ramadhan
    3. Siapkan aktivitas seru menjelang ramadhan dan ketika menjalankan ibadah Ramadhan
    4. Berikan reward, ingat bukan memberi imbalan atas puasanya. Namun mengajari anak berjuang mendapatkan pahala atau reward dengan bepuasa.
    5. Memuji anak dengan pencapaiannya
    6. Mengajak anak melakukan sahur, agar anak kuat dan nutrisi terjaga
    7. Berbuka dengan buah lalu setelah shalat maghrib makan nasi.
    8. Ajak anak makan menjelang tidur malam atau setelah tarawih. Supaya nutrisinya tetap terpenuhi dan kesehatan tetap terjaga.
    9. Jangan lupa multivitamin agar daya tahan tubuh anak tetap terjaga.
    Sekian dari saya, info receh mengenai bagaimana Vanya belajar berpuasa. Semoga bermanfaat.

    Author

    Sukma (lantanaungu.com)

    Lantana Ungu adalah seorang Ibu dengan dua orang putri, menyukai dunia literasi dan berkebun. Memiliki 11 karya antologi dan sedang ikut serta dalam beberapa proyek buku antologi. Sangat tertarik dengan dunia parenting, terutama parenting Islami. Email: sukmameganingrum@gmail.com

    1. numpang share ya min ^^
      bosan tidak tahu harus mengerjakan apa ^^
      daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
      F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
      ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^
      || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

      BalasHapus
    2. Thanks infonya. Oiya ngomongin puasa, saya nemuin artikel menarik nih yang ngebahas tentang cara cerdas untuk hemat saat bulan Ramadan. Cek di sini ya: Jurus amankan uang saat bulan puasa, agar kantong nggak jebol

      BalasHapus