Kamis, 30 Mei 2019

Gaya Rambut Kala Itu

Hai BP Network lovers,

Tema hari ke-12 adalah gaya rambut, dirasa kaya mau loncat tema aja. Tapi ga jadi deh, aku cerita tempo dulu saja ya.

Gaya rambut yang pernah saya coba. Awalnya saya tuh, pas SD, model rambutnya seperti dora, segitu-gitu aja. Karena kalau panjang dikit suka tumbuh biang keringat di leher.

Setelah melewati masa itu, berhasil memanjangkan rambut hingga sebahu, lalu sepinggang. Juara ini, dan di saat itu, saat sayang-sayangnya sama rambut panjang. Tiba-tiba segerombolan kutu menyerang. #Duh

Saat itulah petualangan berbagai model rambut dimulai.

1. Potongan Rambut Ala Mandarin.

Dari rambut panjang, langsung babat habis. Potong cepak, waktu itu mirip-mirip potongan rambut Andy Lau. Fungsinya agar mudah mengusir kutu.

2. Potongan Rambut Ala Tomingse


Setelah agak panjang, coba dipangkas seperti gaya tomingse ini. Berasa keren abis lah eyke. Meskipun hanya kaca yang selalu bisa melihat. Karena zaman itu sekolah sudah pake kerudung, kelayapan kadang kerudungan kadang enggak.

3. Potongan Rambut Gaya Sasak


Gaya rambut ini, ibu saya yang pingin. Karena selalu beliau yang potong rambut saya, kali itu saya manut. Dalam hati waktu itu pingin potong rambut model tin-tin yang berjambul itu.

4. Gaya Rambut Agnes Monica


Kalau pas ibu potong rambut ini, kacanya saya yang pegang, trus bilang, kurang tipis buk sebelah sini, sama yang sini, dan pas selesai potong rambut. Ibu bilang, "Gusti Allah, kuwi mau aku sing potong? Kok iso-isane manut wae aku ki."

Hasil akhirnya bawah tipis dan tidak sepanjang itu, jadi lebih maco, cocok kalo pake celana sobek-sobek.

5. Potongan Rambut Ala Bon Jovi


Potong cepak masih saya minati, berlanjut ke model seperti ini. Embuh ya! Zaman dulu itu saya merasa pede dan merasa cocok sama model rambut cepak. Mungkin karena itu makanya saya dulu lama ngejomblo, gak laku-laku.

6. Potongan Rambut Ala Nike Ardila


Nah kalo yang ini model pamungkas potongan cepak, karena setelah itu saya tinggal jauh dari ibu saya. Jadi bertahan hingga rambut panjang, sebahu ketika pulang minta potong rambut sudah tidak dilayani. Biar panjang aja, bagus kok, begitu pesan ibu saya.

Soalnya selain saya berambut cepak saya juga sedikit pethakilan. Nah kalo berambut panjang pethakilan kan lebih anggun gitu, kamuflase biar gak terlalu nampak seperti preman. Hehehe ....

0 comments:

Posting Komentar