BLANTERORBITv102

    Hijrah Parenting

    Kamis, 14 Desember 2017
    Bismillahirrahmannirrahim

    Bagaimanakah Visi dan Missi kita? Sudahkan kita menyusun kurikulum hidup untuk pengembangan diri ananda?
    Pertanyaan pembuka yang menyentil batin saya.

    Abah lilik memberi gambaran kurikulum pengembangan ananda, dimulai dari Prinsip dan nilai hidup, wawasan dan ilmu pengetahuan, skill/ketrampilan hidup, lalu Spesialisasi Diri.

    Iman qobla adab
    Adab qobla ilmu
    Ilmu qobla amal

    Tidak akan pernah Islam kelihatan mengasyikkan bagi anak, ketika ayahbunda pun tidak menyampaikan dengan mengasyikkan.
    Dan orangtua yang asyik adalah yang sangat menghindari hal hal yang menyebabkan stress.
    Mensikapi kehidupan dengan baik (walau pola fikir dan pola asuh masalalu sang ayah bunda sangat mempengaruhi hal ini)...

    Beruntung sekali saya bertemu dengan @hijrah.ip hingga berkesempatan mendapatkan kulwap penuh gizi ini.

    Menginggatkan kembali bahwa hal pertama yang harus ditanamkan dan diajarkan adalah hal yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kelak.

    Bukan soal ketrampilan baca, tulisdan hitung (calistung).  Hal tersebut adalah sekelumit adab di dunia. Melainkan menumbuhkan prinsip hidup yang mencintai Allah.

    Kelak yang akan kita pertanggungjawabkan adalah andil kita dalam pengasuhan. Sehingga dianjurkan agar kita memperbaiki pola asuh kita. Anak milik Allah yang dititipkan kepada kita untuk diasuh. Dan Allahpun memberikan cara bagaimana mengasuhnya.

    Banyak sekali point-point yang mengena dihati saya. Terutama ketika Abah Lilik menyampaikan bahwa yang dipertanggungjawabkan adalah andil kita bukan hasil. Setiap kita mengginginkan anak-anak seperti putra Ibrahim yang taat, namun ketika yang terjadi adalah seperti halnya nabi Nuh yang keturunannya durhaka. Itu sudah Qodarullah dan berfokuslah pada proses, perbaiki pola pengasuhan.

    Sebagian besar bunda suka geregetan melihat anaknya yang tidak dalam jalur, uring-uringan dan memaksa agar sesuai harapan bunda. Terlupa bahwa anak adalah milikNya yang harus kita jaga dan asuh dengan sebaik-baik pengasuhan.

    Kelak di yaumul akhir kita akan dibangkitkan dengan usia yang sama yaitu 33 tahun. Dan yang akan terlebih dahulu dihisab adalah peran kita sebagai orang tua bukan peran kita sebagai anak. Anak bisa durhaka kepada orang tua. Sedangkan kita durhaka kepada Allah.

    Point yang tidak kalah penting adalah tentang bagaimana visi dan misi orang tua bisa disatukan. Abah menyampaikan bahwa persepsi ayah dan bunda tidak dapat disatukan, karena ayah dan ibu berasal dari keluarga berbeda dan berbeda gender. Akan tetapi bisa dilakukan dengan merendahkan hati, ayah menyesuaikan visi dan misi seperti Al-qur'an dan Hadist, begitu pula dengan bunda.  Kembali mempelajari tentang islam secara sederhana dan memahami 5 pilar pernikahan.

    5 pilar pernikahan dan innerchild negatifnya akan disampaikan abah lilik dalam seminar dan coaching Klinik @hijrah.ip bersama telkomsel.


    #HijrahParenting
    #ChallengeHijrahParenting

    Kenapa teringin sekali mengikuti seminar dan coaching clinic HIJRAH PARENTING (Reframing, reborn, Revolution) yang diselenggarakan oleh @hijrah.ip
    dan Telkomsel. *****
    Karena materinya sangat bagus yaitu :
    • Memahami rangkaian pola pengembangan diri anak dari 0-15 tahun.
    • Mengenal psikologi perkembangan anak di usia 0-15 tahun
    • Memahami inner child dan pengaruh pola asuh masa lalu dalam pembentukan karakter anak.
    • Menyusun kurikulum pengembangan diri ananda
    *****
    Dari kulwap kemarin saya ingin lebih paham mengenai 5 Pilar Pernikahan, yang abah sebutkan bahwa poin pertamanya adalah komunikasi intim yang positif.
    Lalu Abah juga menyampaikan bahwa akan membimbing ayahbunda secara personal dalam menemukan inner child negatif dari pengaruh pola asuh masa lalu.
    Dan materi yang terakhir itu menurut saya sangat saya butuhkan, yaitu menyusun kurikulum pengembangan diri ananda mulai dari 0-15 tahun. Agar bisa memperbaiki pola pengasuhan anak. Agar tidak hanya mengalir seperti air dan setidaknya kelak ketika dipertanggungjawabkan di yaumul akhir kita sudah memperbaiki pola pengasuhan. Tidak waste time lah, selalu yang Allah ridlo, yang kita upayakan.
    #HijrahParenting
    #ChallengeHijrahParenting

    Author

    Sukma (lantanaungu.com)

    Lantana Ungu adalah seorang Ibu dengan dua orang putri, menyukai dunia literasi dan berkebun. Memiliki 11 karya antologi dan sedang ikut serta dalam beberapa proyek buku antologi. Sangat tertarik dengan dunia parenting, terutama parenting Islami. Email: sukmameganingrum@gmail.com