Pantai Mina Mangrove, Anak-anak Riang Belajar Ekosistem Estuari

Pantai Mina Mangrove Pati

Bayangan yang pertama singgah saat berbicara tentang pantai adalah melihat laut lepas, dengan hamparan pasir dan deburan ombak. Ternyata Pantai Mina Mangrove Pati menawarkan hal yang berbeda. 

Pantai kota asalku, memiliki ombak yang besar, pantai selatan. Aku berasal dari Kulon Progo Yogyakarta. Berbeda sekali dengan pantai di Pati. Meski berbeda tetapi pantai tetap bisa menghilangkan penat yang ada. Pantai juga bisa dijadikan tempat untuk terapi kesehatan paru-paru.

Agenda kali ini, belajar ekosistem estuari dengan berjalan-jalan ke Pantai Mina Pati.

Ekosistem Estuari di Pantai Mina Mangrove Pati

Ekosistem Estuari adalah gabungan muara sungai, hutan mangrove atau bakau, hamparan lumpur dan pasir yang luas. Juga tempat peralihan antara ekosistem sungai dan laut, air sungai dan air laut bercampur. Perairan air payau.

Pertama-tama adalah dengan menghimpun beberapa info mengenai tumbuhan, atau binatang apa saja yang mampu hidup di air payau. Sejauh ini, yang paling kuingat dari sisa-sisa belajar di bangku sekolah hanyalah ikan bandeng yang sanggup hidup di air payau.

1. Berkenalan dengan Ikan Gelodok

Aku dan anak-anak merasa takjub ketika pertama kali menemukan ikan ini, ia bisa menggunakan siripnya untuk berjalan di atas lumpur. Bentuk tubuh hingga ekornya hampir mirip dengan ikan cana atau ikan gabus, tetapi ia memiliki mata yang menyembul.

Sirip ikan gelodok ini multifungsi, bisa dipergunakan untuk merangkak di lumpur, pun bisa ia gunakan untuk berpegangan saat memanjat pohon bakau. Ikan ini mempunyai kemampuan adaptasi morfologi, bisa bernapas di darat dan di laut.

2. Mencoba Membedakan Jenis Mangrove

Perkenalan dengan mangrove dengan membedakan bentuk daun yang tampak serupa merupakan hal yang menarik. Awalnya menurut kami semua mangrove terlihat sama saja. Ternyata tak hanya satu jenis mangrove yang ditanam.

3. Mengenal Kepiting Bakau

Beruntungnya kami, waktu ke sana bertepatan dengan musim kepiting. Ada perbedaan warna serta bentuk kepiting begitu pula dengan bentuk capitnya.

Kepiting bakau yang kami lihat mulai dari berukuran bayi, kecil sampai dewasa. Ada yang berenang dalam air, ada yang berjalan-jalan di permukaan lumpur. Ada pula yang berjejer di batang dan ranting bakau. MasyaAllah

4. Bertemu Ubur-Ubur Pantai

Selama ini aku hanya melihat dalam tayangan di televisi. Kali itu aku bisa melihatnya langsung, rasanya ingin membawa serok ikan untuk menangkap ubur-ubur ini.

Aku ingin anak-anak bisa mengamati dari dekat. Lain kali sepertinya harus membawa baskom portable dan serok ikan biar puas berkenalan dengan Ubur-ubur laut. Aku tidak tahu apakah Ubur-ubur ini juga musiman, aku belum ke sana lagi setelah itu.

5. Melihat Bintang Laut

Di sepanjang jalan menuju pantai, ada parit/kali yang mengalirkan air tawar ke laut. Anak-anak menemukan bintang laut berukuran kecil di sana. Sepertinya bintang laut itu mati tersapu ombak. 

Aku tidak bisa memastikan apakah ini adalah habitat untuk bintang laut.

6. Berkenalan dengan Lingkungan Tambak

Anak-anak bisa mengamati dalam perjalanan tentang bentuk tambak. Biasanya berbentuk kotak, berbeda dengan kolam ikan. 

Pada tambak bagian tengah dibuat lebih tinggi, bagian tepian tambak dibuat lebih dalam lebarnya kurang lebih satu meter, dengan selisih kedalaman kurang lebih setengah meter. Hal ini bertujuan agar memudahkan saat memanen ikan, ikan akan berkumpul di bagian pinggir, saat airnya di kuras.

Selain itu, anak-anak juga bisa melihat bahwa dalam satu tambak bisa untuk memelihara lebih dari satu jenis ikan. Bisa ikan dengan udang atau ikan dengan ikan. 

7. Banyak Burung Bangau/Blekok

Burung pemakan ikan ini biasanya hidup berkoloni, mereka terbang secara berkelompok. Bulunya putih, kami akan berhenti sejenak untuk melihat aktivitas burung-burung ini di lahan tambak.

Anak-anak riang, mereka menyukai bentuknya, apalagi saat terbang atau mendarat bersamaan, kepakan sayapnya indah.

Pesona Pantai Mina Mangrove

Pantai Mina Mangrove, bukan pantai untuk berenang. Pantai ini cocok ditamani bakau, sebab bentuk pasirnya bercampur dengan lumpur. Wisata yang ditawarkan adalah pemandangan alam dengan semilirnya angin. 

1. Spot Foto yang Kece

Hampir sama dengan Pantai Kertomulyo Pati, pantai ini memiliki tempat yang bisa digunakan untuk berfoto. Ada beberapa spot foto yang bisa dipilih oleh pengunjung.

2. Bermain Perahu Bebek di Tambak

Sensasi bermain perahu bebek di tambak adalah dengan melihat banyak ikan dibawahnya. Ternyata tambak ada yang seluas lapangan sepak bola, membutuhkan energi untuk mengayuh dari ujung ke ujung.

Di tambak tidak banyak ditanami pohon, jadi sambil bermain perahu bebek kita bisa memandang hamparan langit yang begitu rupawan. Warna jingga saat senja menyapa juga sangat indah.

3. Terpikat dengan Bakso Bandeng

Bagian kuliner di Pantai Mina Tunggulsari masih banyak yang kosong. Ada penjual bakso ikan bandeng yang kucoba. Baksonya lembut dan yummy.

Sekian dulu ya, cerita tentang Pantai Mina Mangrove Pati. Sampai ketemu di cerita selanjutnya.



Sukma (lantanaungu.com)
Lantana Ungu adalah seorang Ibu dengan dua orang putri, menyukai dunia literasi dan berkebun. Memiliki 11 karya antologi dan sedang ikut serta dalam beberapa proyek buku antologi. Sangat tertarik dengan dunia parenting, terutama parenting Islami. Email Kerja Sama: sukmameganingrum@gmail.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar