BLANTERORBITv102

    Cegah Stunting dengan Asupan Makanan Sehat

    Jumat, 02 November 2018

    Apa itu stunting?


     Stunting adalah masalah gizi yang kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Dikarenakan tubuh tidak mendapatkan asupan makanan yang sesuai porsi gizinya. Stunting terjadi biasanya dimulai dari sejak dalam kandungan dan baru diketahui setelah berumur dua tahun.

     Selain asupan gizi, stunting juga dapat dipengaruhi dengan minimnya air bersih dan kondisi sanitasi yang buruk. Menurut data WHO ada 178juta bayi di dunia yang mengalami kondisi stunting. Di Indonesia ada 37% bayi yang mengalami stunting, dalam artian 1 dari 3 bayi mengalami hal tersebut.

     Pemerintah sudah berupaya secara maksimal dalam rangka mengatasi hal ini. Untuk itu, sebagai seorang perempuan kita harus memahami masalah stunting agar terhindar dari potensi bayi mengalami pengerdilan atau stunting.


     Berbagi pengalaman deteksi dini stunting, pada masa awal kelahiran, di minggu pertama biasanya bayi mengalami penyusutan BB, namun ketika berumur 4 minggu idealnya bayi memiliki kenaikan berat badan sebanyak 8 ons hingga 1,5 kg. Pada bulan awal itu Aida hanya naik 4 ons. Berat badan Aida ketika lahir adalah 3050 gram.

     Saya mulai bertanya-tanya, perminggu kami pantau pertambahan berat badan Aida hanya kisaran 0,5 ons, yang berarti 2 Ons dalam bulan kedua. Dari situ saya mulai berkonsultasi dengan bidan yang membantu proses kelahiran Aida.

     Dengan modal keingintahuan yang kuat maka pada waktu Aida berumur 2 bulan, saya membawanya konsultasi ke dokter spesialis anak. Dan di sana disampaikan bahwa kondisi Aida sehat namun karena pertumbuhannya lambat perlu mengikuti kelas di klinik tumbuh kembang.

    Aida saat berumur 4 bulan

     Dokter anak yang kami temui memaksa kami untuk mengambil pilihan, pemberian susu formula sebagai solusi, karena menurut analisa dokter tersebut, kurangnya berat badan dikarenakan ASI tidak mencukupi. Dan diminta mengabaikan bahwa ASI Ekslusif yang terbaik. Dengan alasan di enam bulan pertama pertumbuhan otak mencapai 60%. "Haruskah mempertaruhkan masa depan anak? Mau mengambil resiko anak Ibu nantinya bodoh?" tandas dokter itu super tegas.

    Ungkapan yang sangat menohok, beruntung masih bisa menahan agar air mata ini tak membanjiri ruang konsultasi dokter itu. Mungkin memang kata semacam itu tepat, karena yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan anak, bukan perkara sepele.

     Pulang dari dokter anak saya membeli sufor. Dengan semangat juang sesampainya di rumah saya coba berikan tetapi, Aida mengalami muntah, dan diare. Saya tidak tega melanjutkan pemberian Sufor. Selanjutnya saya mencoba mencari second opinion, dengan berkonsultasi kepada ahli gizi.

     Di sana kami disambut baik, dan diberikan motivasi-motivasi agar tetap ASI eksklusif pada enam bulan pertama ini, harus berpikir positif bahwa ASI saya melimpah, mencukupi kebutuhan Aida. Sembari diberi penjelasan asupan gizi yang harus dimakan ibu menyusui dengan kasus semacam ini.

     Saat itu dianjurkan dalam sehari, protein yang dimakan yaitu protein hewani dua kali makan dan satu kali protein nabati, sayuran hijau yang banyak. Kalau lapar tidak dianjurkan ngemil, tetapi langsung makan dengan gizi yang seimbang.

     Aida tidak mengalami stunting hanya kurang berat badan, karena lingkar kepala, dan ukuran tinggi Aida sesuai dengan pertumbuhan yang seharusnya. Selain itu di usia 2,5 bulan, Aida sudah bisa tengkurap. Meskipun kecil dia lincah, dan di umur 8 bulan sudah bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan.

    Diet nutrisi Aida masih berlanjut, semasa MPASI Aida disarankan untuk mengonsumsi susus formula tinggi lemak. Masih juga diminta agar dilakukan penambahan minyak pada setiap seduhan. Begitu pula dengan MPASi yang dibuat, dipilihkan yang memiliki lemak tinggi.

     Stimulasi yang saya berikan dalam merangsang kerja motorik kasarnya pun sesuai dengan perkembangan usia Aida. Hanya saja pertumbuhan berat badannya selalu di bawah rata-rata jika ditimbang di posyandu. Dan selalu diberi biskuit gratis (PMT) dari pemerintah. Aida menyukai, dan lahap ... tetapi berat badan Aida tak kunjung ideal.

      Terlepas dari itu sebenarnya saya sudah aware akan kebutuhan nutrisi anak sedari anak dalam kandungan. Di bawah ini beberapa hal yang telah saya terapkan dalam pengalaman saya mengandung anak pertama dan kedua.

     Sudah siapkah bunda untuk memiliki momongan? 


     Jika ya, maka bekali diri dengan ilmu mengenai persiapan memiliki momongan. Selain kesiapan batin dengan konsekuensi akan mengalami perubahan bentuk tubuh, dan juga siap dalam urusan repotnya mengurus bayi. Perlu juga bunda menyiapkan nutrisi tubuh untuk pertumbuhan bayi agar terhindar dari stunting.



     Lalu persiapan apakah yang harus bunda lakukan? Bagi saya pribadi kehadiran janin dalam rahim adalah moment yang sangat membahagiakan. Dan untuk itu harus dipersiapkan sebaik-baiknya.

     Persiapan yang paling penting adalah kebutuhan nutrisi bagi calon janin. Jadi ketika kita mulai program hamil sebaiknya menjaga asupan makanan yang kita makan. Sesuai dengan kebutuhan calon janin. Bisa diperoleh dari asupan makanan maupun suplemen makanan. Mari kita jabarkan peranan gizi bagi janin.

     Zat Besi, biasanya dikenal dengan tablet penambah darah. Pada masa kehamilan volume darah Bunda bertambah karena janin juga membutuhkan supplay darah. 

     Untuk itu selain konsumsi tablet penambah darah, bunda juga perlu asupan makanan yang mengandung zat besi seperti : daging merah tanpa lemak, ikan, ayam, hati ayam, telur, bayam, kacang merah, daun singkong, dan sayur hijau lainnya.

     Zat besi bemanfaat untuk mencegah Ibu mengalami anemia, mencegah terjadinya prematur dan juga mencegah berat bayi lahir rendah (BBLR). Kekurangan zat besi dapat menyebabkan ibu cepat lelah dan mudah terserang infeksi.

    Pic : pixabay


     Asam Folat, sangat penting sekali bagi janin. Kandungan asam folat dapat mencegah terjadinya cacat tabung saraf, kelainan otak. Selain itu dapat mencegah terjadinya keguguran bayi, kelahiran prematur dan anemia pada ibu hamil.

    Sangat baik bila dikonsumsi sejak merencanakan kehamilan. Sehingga janin bisa langsung mendapatkan asupan gizi ketika sudah terbentuk. Makanan yang mengandung asam folat antara lain adalah : sayuran hijau, mangga, jeruk, kiwi, strawberry, kacang-kacangan dan juga roti gandum. 

    Pic : pixabay

     Kalsium, dalam jumlah yang banyak dibutuhkan bagi Ibu mengandung. Sewaktu dalam kandungan bayi menyerap begitu banyak kalsium dari Ibu untuk pembentukan tulang dan gigi. Untuk menjaga kepadatan tulang Ibu, perlu mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang banyak. Untuk mengganti kalsium yang telah diserap janin. 

    Asupan makanan yang mengandung banyak kalsium adalah yogurt, susu, keju dan beberapa buah dan sayur. Kalsium juga berfungsi mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

    Pic : Pixabay


     Vitamin D, berfungsi untuk membantu tubuh menyerap kalsium yang dihasilkan makanan atau suplemen pada janin dan juga ibu. Vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari pagi atau makanan seperti susu, telur dan ikan.

     Vitamin C, berfungsi untuk membantu proses penyerapan zat besi. Dan membentuk sistem imun tubuh. Bahan makanan yang mengandung vitamin C sudah familiar bagi kita.

    Pic : pixabay


     Selain zat gizi diatas masih ada juga zat gizi lain yang sangat penting bagi pertumbuhan otak bayi seperti DHA, Omega 3, Kolin, dan juga Seng.

    Pic : Pixabay

     Ketika Bayi Lahir


     Setelah bayi lahir, kebutuhan bayi dapat dipenuhi melalui ASI. Ada pun beberapa persiapan yang perlu Ibu lakukan agar pada waktu bayi lahir ASI segera keluar. Yaitu dengan konsumsi buah, dan sayuran hijau lebih banyak di trimester akhir. Juga rajin membersihkan puting dan memijat payudara sejak kehamilan berusia 5 bulan.

     Usia 0 - 6 bulan, bayi hanya diberikan ASI Ekslusif. Agar sistem imun tubuh bayi terbentuk, agar tidak mudah terserang infeksi. Karena bayi yang sering terserang infeksi dapat menyebabkan stunting. ASI sangat bermanfaat bagi kehidupan bayi, terutama ASI Ekslusif.

     Apa itu ASI Eksklusif?


     ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja selama enam bulan pertama tanpa minuman dan makanan tambahan. Sangat penting sekali untuk bayi, terutama kolostrum (ASI yang diproduksi pada akhir kehamilan, berwarna kekuningan dan kental mengandung zat-zat pembentuk kekebalan tubuh.



     Manfaat ASI bagi pertumbuhan bayi antara lain adalah membentuk kekebalan tubuh secara alami, meningkatkan kecerdasan, serta mencegah terjadinya sindrom bayi mati mendadak.

     Bagaimana pemberian ASI pada ibu bekerja di ranah publik?


     Untuk menyukseskan ASI Eksklusif, pemerintah memberikan jaminan pada ibu bekerja untuk diberikan waktu dan tempat untuk melakukan laktasi. Kantor atau perusahaan menyediakan bilik laktasi dan juga kulkas penyimpanan bagi bunda yang pumping ASI.

     Untuk mendapatkan peralatan pumping dan juga wadah penyimpanannya pun sangat mudah. Bisa dibeli di apotek terdekat atau market place. Bentuknya juga beraneka ragam, ada yang manual dan adapula yang elektrik. Wadah penyimpanan yang digunakan ada yang berupa botol kaca, botol plastik ada juga yang berbentuk tas plastik lucu.



     Bahkan telah dibentuk komunitas menyusui, yang siap membantu keluhan, kesulitan dalam pemberian ASI. Dan ada klinik laktasi yang mengajari cara pemberian ASI yang benar agar bayi mendapatkan ASI yang cukup. Membantu kita agar merasa rileks dalam menyusui dan memberi banyak tips yang bermanfaat.

     Selain Ibu tetap memperhatikan porsi makanan yang dikonsumsi tiap hari, untuk mendapatkan ASI yang berkualitas Ibu bisa juga mengkonsumsi pelancar ASI dan juga suplemen lain yang dibutuhkan bayi. Kalau saya sering membuat green smoothie dari pare, madu atau sari kurma dan juga buah nanas. Komposisi ini membuat ASI jadi kental dan juga melimpah.

     Produksi ASI juga dipengaruhi oleh perasaan yang sedang dirasakan bunda. Apabila bunda mengalami stres maka produksi ASI akan menurun. Alangkah baiknya bila bunda berpositif thinking, memikirkan hal baik, ASI melimpah dan pikiran yang bahagia. Produksi ASI juga dipengaruhi oleh seberapa sering bayi meminta ASI. Semakin sering, semakin banyak produksi ASInya.



     Pemberian ASI pada bayi baru lahir setiap 2 jam sekali, payudara kanan dan juga kiri. Harus hingga habis, karena ASI yang mengandung karbo, yang mengenyangkan bayi diproduksi oleh kelenjar air susu, diakhir proses menyusu. Ketika terasa payudara sudah kosong baru dipindahkan ke payudara yang satu.

     Pemberian MPASI

     Setelah 6 bulan pertama, bayi tetap diberi ASI hingga 2 tahun dan diperbolehkan diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dan juga susu formula. Pemberian MPASI juga harus sesuai takaran gizi dan teksturnya lembut.

     Pemberian MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Dalam hal ini dibagi dalam beberapa tahapan, sesuai dengan tahap pertumbuhan gigi.

     Biasanya dibagi dalam tiga tahap yaitu usia 6-8 bulan (pengenalan karbohidrat bubur yang lunak. Usia 9-11 bulan, kekentalan ditingkatkan istilahnya adalah naik tekstur, tidak telalu lembek. Dan tahap ketiga 12-24 bulan. Bayi sudah bisa mulai diberikan makanan keluarga, nasi dengan tekstur yang agak lembut.

     Pemerintah juga sering memberikan penyuluhan terkait porsi pemenuhan gizi bayi dengan pemberdayaan posyandu. Bidan desa, memberikan penyuluhan tentang makanan apa saja yang diperbolehkan, cara pembuatan dan juga sanitasinya.

     Dalam pemberian ASI, bunda harus memperhatikan kebersihan tangan bunda. Cucilah tangan sebelum melakukan proses ngASI, baik itu diberikan langsung ke bayi maupun pumping.



     Semangat meng-ASI-i dengan menjalankan pola hidup sehat, makanan gizi seimbang dan menjaga kebersihan, semoga anak-anak kita terhindar dari stunting. Saat hamil lakukan pemeriksaan rutin ke bidan atau dokter kandungan. Ketika sudah lahir, pantau perkembangannya dengan selalu datang ke posyandu.

    Author

    Sukma (lantanaungu.com)

    Lantana Ungu adalah seorang Ibu dengan dua orang putri, menyukai dunia literasi dan berkebun. Memiliki 11 karya antologi dan sedang ikut serta dalam beberapa proyek buku antologi. Sangat tertarik dengan dunia parenting, terutama parenting Islami. Email: sukmameganingrum@gmail.com