Desain Pembelajaran ala Emak || NHW #5

Bismillahirrahmannirrahim...💗💗💗

This week on the Lantana Ungu Journey blog, I was talking with you all on topic of "Learning Design".

Hari ini syahdu, Alhamdulillah ala kuli hal. Belajar bagaimana caranya belajar. Hari ini saya diminta untuk membuat kurikulum ala saya. Ini merupakan salah satu wish list saya. Bisa membuat kurikulum belajar untuk saya dan anak-anak juga tentunya.
Dalam materi disebutkan "Membuat BISA itu mudah tetapi membuat SUKA itu baru tantangan".
Oleh karenanya dalam diskusi Mbak Fara menanyakan pada kami, beberapa hal termasuk cara ternyamannya belajar.

Hal serupa sempat bikin saya gedeg, waktu lihat adik saya tidak punya semangat belajar, tidak haus ilmu dan merasa belajar itu membosankan. Itu karena dia belum menemukan cara belajar terefisien menurut fitrahnya.

Kalo saya biasanya membuat ringkasan dari materi, saya "bapuk" kalau hafalan. Saya cenderung memahami point-nya lalu mengembangkan sesuai gaya bahasa saya.

Itu artinya, pelajaran PPKN soal essay lemah. Kalau matematika, fisika dan kimia saya suka, kalau biologi payah. Karena disitu menghafal genus, kelas, spesies dll.

Geografi jelek tapi kalo sejarah saya sukaaaaa banget. Makanya saya suka sekali berkisah. 😍😍😍

Meskipun yaaaach, kalo sekarang ditanya tentang matematika dan lain sebagainya banyak gak ingetnya.

Sama saya mudah belajar dengan mengamati, tanpa diajari lagi. Itu fitrah yang Allah kasih sepertinya. Jadi kalo deket orang pinter, saya ketularan dikit-dikit, deket sama maling gimana ya???

Kalau udah mudeng trus ngajari temen itu makin nempel, jadi ntar muncul cara gampangnya ngerjain rumus.


Step pertama dalam materi "belajar hal yang berbeda". Apa itu maksudnya? Yaitu belajar apa saja yang bisa menguatkan iman, memperbaiki karakter dan menemukan passion (panggilan hati). Sudah mengertikah?

Lalu "cara belajar yang berbeda". Merubah metode yang lebih mengasah kemampuan berfikir kita. Makanya materi di matrikulasi cenderung ringkas. Ilmu yang sesungguhnya tergali pada saat tanya jawab.
"Saya membutuhkan kurikulum yang membuat saya bersemangat untuk bangun pagi"

Saya coba mengaplikasikan 5W+1H plus Which One

I. Jurusan Ilmu : Parenting
  1. How: Bagaimana aku mempelajari ilmu parenting? Aku mendaftar ke beberapa komunitas yang didalamnya mempelajari ilmu yang saya butuhkan. Jaman sekarang semua bisa dikerjakan dari rumah dan smartphone. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa mempelajarinya. Tidak butuh banyak alasan yang dibutuhkan niat yang kuat.
  2. Where: Dimana aku mempelajari ilmu parenting? Dari rumah, ada banyak kulwap tersedia, bisa juga dengan membaca buku. Karena untuk mengikuti kelas offline bagiku masih sangat sulit. Kecuali kajian di mushola atau masjid dekat rumah. Itupun yang mengijinkan saya membawa dua buah hati saya (mandat paksu).
  3. What : Apakah ilmu parenting itu? Ilmu parenting itu adalah cara pengasuhan. Dulu emak sempat pinjam buku Teman dan menulis point-point penting tentang "Cara Nabi Mendidik Anak." Ternyata step-stepnya sudah sama seperti cara ibu saya dalam mendidik. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah, memberatkan timbangan amal baik ibu saya kelak. Aamiin
  4. When : Kapan waktunya saya mempelajari ilmu parenting? Setiap pekan, selalu ada agenda kulwap dari komunitas dan Emak juga mengikuti kajian Halaqah online yang setiap pekan ada murojaah dan juga test pekanan.
  5. Who : Siapa yang mengajari ilmu parenting? Praktisi parenting, ustadz dan ustadzah. Karena yang paling utama adalah menanamkan ilmu tauhid pada anak-anak sebelum mereka mengenal ilmu duniawi.
  6. Why : Mengapa mempelajari ilmu parenting? Karena saya seorang ibu yang dititipi Allah dua anak yang istimewa. Semua anak istimewa dan pintar ya kan? Saat Allah menitipkan amanah, Allah menyertai cara pengasuhannya, ada dalam Al-qur'an dan hadits. Dan karena kelak akan dipertanyakan terlebih dahulu peran saya sebagai orang tua, baru kemudian peran saya sebagai anak. Wajib dipelajari.
  7. Which one : Apa yang lebih baik saya pelajari dulu dari ilmu parenting? Tentang menanamkan Ilmu agama atau ilmu duniawi? Tentunya ilmu Agama yang utama, namun saat memaparkan kita bisa mengenalkan dunia dan seisinya bersamaan dengan kita tadabbur ayat al-qur'an. Jadi fitrah iman tetap terjaga.
2. Jurusan Ilmu : LITERASI, masih nyambung ya...bisa untuk portofolio anak.

  1. How : Dengan berlatih menulis terus menerus, minimal 30 menit sehari.
  2. Where : Di komunitas penulisan online. Baik berbayar maupun gratis.
  3. What : Mempelajari cara membuat cerpen, artikel, lalu nantinya novel. Mulai dari menentukan tema, kerangka, lalu mempelajari editing. Sama belajar ngasuh blog.
  4. When: Mengikuti kelas menulis buku antologi project bulanan. Seminggu sekali materi dan tugas mingguan.
  5. Who: Mentornya adalah penulis yang lebih senior yang beliau juga editor naskah.
  6. Why: Passion. Kalo kata suami mah sebenernya ini waste time. Tapi bagi saya ini me time. Karena saya tidak suka nge-game. Saya lebih interest ke menulis atau nge-craft atau menjahit.
  7. Which One : Lebih ke penulis buku dulu goalnya lalu ke narablog profesional.


Step berikutnya "Semangat Belajar yang Berbeda". Apa yang perlu dipahami?

  1. Fokus memahami ilmu
  2. Fokus meraih cita-cita
"Setrategi Belajar" apa itu? Seumpama berperang, belajarpun demikian. Jika perang urgensinya memperoleh kemenangan, maka belajar harus mendapatkan ilmu dari bahan ajar.

Caranya, "meninggikan gunung bukan meratakan lembah".
Meng-ignore hal yang tidak diminati, bukan bakat/fitrah. Fokus pada hal yang digemari, membuat kita bahagia menjalani dan mudah menyelesaikan. Tidak perlu hebat disegala bidang.

Anggep ya saya udah ketemu dengan gunung saya yang musti ditinggiin, yaitu ilmu parenting. Butuh menulis dan juga crafting untuk mendukung. Sip banget pokokelah ya.

Customized Curriculum

Jurusan ilmu : Parenting yang dibarengi dengan literasi.

TUJUAN : Mampu mendidik anak dengan baik dan benar.

Rancangan Pembelajaran Tahun 2019

1. Mengikuti Matrikulasi IIP Batch #7 jika lulus, berlanjut ke kelas Bunda Sayang.

2. Ilmu parenting, kalau E-Learning, biasanya web yang saya kunjungi adalah www.ourmuslimhomeschooling.com lalu www.indonesiamontessori.com, serching ilmu di pinterest. Untuk mendapatkan ilmu, tips, ide bermain serta free printable.

3. Menghafal satu ayat satu hari serta memperbaiki bacaan Al-Qur'an, dengan mengikuti Hafidz on The Stret, Kauny.com.

4. Belajar ilmu agama, ini sumbernya banyak antara lain :

  1. Menjadi siswa BIAS (Bimbingan Islam) materi harian dengan test pekanan sebagai murojaah ilmu.
  2. Mengikuti Komunitas Hijrah Parenting, kulwap pekanan tema parenting berbasis islami.
  3. Kajian pekanan di Mushola dan masjid terdekat.
  4. Memperbaiki bacaan Al-Qur'an bersama teman-teman (pekanan).
5. Belajar Literasi, dengan menyisihkan 30 menit perhari untuk belajar. Untuk merealisasikannya saya melakukan beberapa hal, diantaranya :
  1. Saya mencoba bergabung dengan Komunitas Literasi Ibu Profesional di facebook grup, Blogger Perempuan juga.
  2. Mengikuti kelas penulisan buku antalogi.
  3. Ingin mengikuti kelas menulis novel online (masih wacana, menunggu timing yang pas, dibaca = menunggu kelas berbayar diskon). Masih menunggu waktu lebih senggang juga.
  4. Wacana ingin mengikuti kelas blogging, tapi sepertinya di akhir 2019.

Sampai disini saya melambai ke kamera ya temans. Semoga apa yang saya tulis ini, tidak jauh menyimpang dari desain pembelajaran yang dimaksud.

Jadi bagaimana ini mbak Fara, apa yang musti saya tulis lagi?
Sukma (lantanaungu.com)
Lantana Ungu adalah seorang Ibu dengan dua orang putri, menyukai dunia literasi dan berkebun. Memiliki 11 karya antologi dan sedang ikut serta dalam beberapa proyek buku antologi. Sangat tertarik dengan dunia parenting, terutama parenting Islami. Email Kerja Sama: sukmameganingrum@gmail.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

2 komentar

  1. mantaabb banget mba sukma.. #lovelove

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jazakillahu khair mba Fara, berkat bimbinganmu, menentukan titik terang.

      Hapus

Posting Komentar